Morfologi: Suatu Tinjauan Deskriptif

MorfologiSebagai ilmu yang mempelajari tentang seluk-beluk struktur kata, morfologi pun menjadi salah satu ilmu dasar dalam bidang linguistik. Ia bisa diposisikan setelah bidang fonologi. Itulah sebabnya, morfologi selalu dipelajari setelah fonologi.

Buku M. Ramlan ini merupakan sumbangan yang sangat besar dalam bidang morfologi. Pada masanya, buku karya M. Ramlan ini tergolong sangat berpengaruh mengingat saat itu lietratur mengenai morfologi dalam bahasa Indonesia belumlah sebanyak sekarang ini (misalnya, oleh Henry Guntur Tarigan, diterbitkan oleh Penerbit Angkasa, Bandung; oleh Jos Daniel Parera, diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama).

Dasar-dasar morfologi dipaparkan dengan jelas dalam buku ini. Tidak mengherankan memang kalau buku ini menjadi salah satu buku wajib di bidang morfologi. Diawali dengan pemaparan mengenai batasan morfologi berikut perbandingannya engan leksikologi, etimologi, dan sintaksis.

Salah satu hal yang paling penting dalam ilmu morfologi, yaitu proses morfologi juga menjadi bahasan utama buku ini. Termasuk pula bahasan yang cukup singkat mengenai morfofonemik, yang diakhiri dengan pemaparan fungsi proses afiksasi dan pengulangan. Bagian terakhir inilah yang saya kira menjadi dasar dalam proses afiksasi, yang belakangan ini sering bermasalah.

Saat menelusuri bagian proses afiksasi, kita akan menemukan bahwa Ramlan hanya menggunakan satu istilah untuk semua jenis afiks. Seperti kita ketahui belakangan, afiks itu sendiri terdiri dari prefix, sufiks, dan konfiks. Istilah-istilah inilah yang tidak akan ditemukan dalam buku yang sederhana ini. Meski demikian, hal ini sama sekali tidak mengurangi nilai buku ini sebagai salah satu pelopor buku morfologi.

Meski merupakan buku wajib bagi mahasiswa bidang linguistik, buku ini juga ditujukan bagi para guru bahasa Indonesia di sekolah-sekolah. Tidak tertutup pula untuk konsumsi kaum awam yang berminat dan menaruh perhatian pada pengembangan bahasa Indonesia.

Mengingat buku ini tergolong cetakan lama, saya tidak memiliki informasi lebih lengkap mengenai di mana memperoleh buku ini. Belum lagi tidak ada jaminan bahwa penerbit terkait masih beroperasi atau tidak. Oleh karena itu, disarankan untuk mencarinya di toko-toko buku bekas.

Judul buku: Morfologi: Suatu Tinjauan Deskriptif
Penulis: M. Ramlan
Tebal: x + 112 halaman
Ukuran: 14,3 cm x 20,8 cm
Penerbit: U.P. Karyono, Yogyakarta 1979
Alamat penerbit: Jalan Mayjen Sutoyo 10, Yogyakarta (sesuai dengan yang tertera pada buku)

20 Responses to “Morfologi: Suatu Tinjauan Deskriptif”

  1. Mahamurid sastra dan bahasa October 6, 2008 at 4:01 pm #

    Bujunya skarang dah langka, susah nyarinya….!!!

  2. norlaila October 14, 2008 at 10:28 am #

    mendounlod buku

  3. norlaila October 14, 2008 at 11:02 am #

    di antara aspek bahasa Arab yang sangat penting adalah aspek morfologi, pada tata bentuk kata. kosa kata bahasa Arab merupakan pengembangan tata bentuk yang sangat luas, atau dapat dikatakan detil dari bahasa asing lainnya. pemahaman terhadap pembentukan kata bahasa Arab berarti sudah menguasai bahasa Arab dengan luas.

  4. alya October 20, 2008 at 1:39 pm #

    tlong donk tampilkan identifikasi kata2 yang mengalami proses morfologi…
    atau tlong kirim kan pembahasannya ke e_mail saya…
    trim`s…

  5. diyah (siro) April 1, 2009 at 10:27 am #

    tolong istilah akan prefix, sufiks, dan konfiks dan pembahasan yang cukup dikirimkan ke e_mail saya …
    trim…
    masalahnya buku ini sudah sulit sekali ditemukan

    • indonesiasaram August 11, 2009 at 7:38 am #

      Memang benar, buku ini terbilang langka. Tapi kalau sekadar mencari pengertian dari istilah-istilah bidang linguistik, silakan lihat buku Kamus Linguistik. Edisi keempatnya sudah beredar kok, jadi relatif mudah ditemukan.

  6. Adhitya July 29, 2009 at 8:05 pm #

    dimana saya bisa mengunduh buku Morfologi : suatu tinjauan diskiptif

    • indonesiasaram August 11, 2009 at 7:28 am #

      Wah, saya tidak tahu. Buku itu memang terbilang klasik, dan saya kurang tahu apakah buku itu sudah dicetak ulang atau belum.

    • wildan September 21, 2009 at 12:45 pm #

      kalian aja yang males nyari di social agency jogyakarta seabrek tu buku

      • indonesiasaram October 20, 2009 at 12:57 pm #

        Masalahnya, keluhan itu tidak melulu datang dari teman-teman di Yogya. Di kota-kota lain juga mengalaminya.

  7. ardi October 29, 2009 at 9:39 am #

    makasih gw dah ktemu apa yang gw cari..

  8. Herawati December 31, 2009 at 10:05 pm #

    Di mana saya bisa dapatkan buku ini?

  9. Dwiie January 6, 2010 at 7:19 pm #

    duhgg iank dii carrii ndag addo laggihg,

    • indonesiasaram January 11, 2010 at 7:17 am #

      Saya memang tidak tahu apakah buku ini tidak dicetak ulang lagi atau tidak. Namun, jika ada yang berminat, saya akan coba menyediakan fotokopiannya. Saya akan usahakan hal ini per Februari nanti. Bagi yang membutuhkannya, silakan hubungi saya.

  10. masun adib January 25, 2010 at 6:27 am #

    bukunya bisa didounlod tdk

    • indonesiasaram January 25, 2010 at 10:58 am #

      Sayangnya tidak bisa. Saya tidak punya berkas elektroniknya. Selain itu, bila tanpa persetujuan penerbitnya, saya akan dianggap melanggar hukum, lalu Corat-Coret Bahasa ditutup. Bisa celaka saya.😛

  11. Hankuk Saram May 3, 2010 at 2:57 pm #

    Yah, kajian tentang Morfologi dan Fonologi dalam bahasa Indonesia tidak akan pernah selesai dalam waktu singkat karena Bahasa Indonesia sendiri masih berevolusi alias bertumbuhkembang sesuai dengan trend dan jaman.
    Berbagai macam istilah dan jargon akan selalu ditambahkan oleh anak zaman sesuai dengan pemakai/ penuturnya.
    jadi aturan baku yang ditulis oleh para ahli bahasa hanyalah rujukan tapi bukan acuan “SALAH” “BENAR” dalam setiap analisa bahasa.
    Silahkan membalas ke email saya: bravenniceheart@yahoo.com bagi yang penasaran.

  12. didi supriadi October 15, 2010 at 6:34 am #

    tolong donk brikan contoh’y proses pmbntukan kata dri morfologi! Trms…

    • Hankuk Saram October 4, 2011 at 6:03 pm #

      Silahkan cermati kata: CUMA yg ketika mendapat awalan PER- menjadi PERCUMA. Dalam bahasa sekarang artinya – TAK BERGUNA atau SIA_SIA tetapi itu adalah proses setelah berpuluh tahun. Pada era 50-60an kata itu berarti GRATIS atau GAK BAYAR. Makanya bisa disimak dari lagu: “Naik Kereta Api……..bolehlah naik dengan PERCUMA..” Sedangkan kalau mau artinya GRATIS sekarang orang memakai kata CUMA-CUMA.

      Kurang jelas?…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: