Archive | Wacana RSS feed for this section

Berita Natal

25 Dec

Secara umum, gereja memisahkan kegiatan seputar Natal menjadi dua. Kegiatan pertama ialah ibadah Natal. Ibadah Natal ini diadakan tepat pada tanggal 25 Desember. Bisa pagi, bisa menjelang siang, siang, sore, atau menjelang malam. Biasanya, ibadah Natal tidak berbeda jauh dengan ibadah biasa pada hari Minggu. Yang membedakan paling dekorasi ruangan dan tata ibadah.

Sementara itu, kegiatan kedua ialah perayaan Natal. Perayaan Natal ini biasanya paling banyak dihadiri oleh jemaat. Mereka yang disebut “Kristen musiman”, biasanya datang pada perayaan Natal. Tidak heran kalau pada perayaan Natal, jumlah yang hadir hampir seperti pada ibadah malam Natal. Sebuah gereja di Jakarta malah memutuskan mengadakan perayaan Natal dalam dua hari. Maksudnya, agar pada saat itu jemaat yang hadir tidak terlalu banyak, agar semua yang hadir bisa mengikuti ibadah dengan baik

Continue reading

Pola Bohong Masyarakat Ibu Kota

31 Dec

Sepertinya, seseorang tidak perlu keahlian khusus untuk bisa berbohong. Setiap saat, di setiap tempat, dan kepada siapa saja, seseorang bisa berbohong. Seorang pedagang bisa saja menawarkan harga yang kelewat tinggi hanya untuk mendapatkan untung besar. Hal ini biasanya dilakukan dengan memanfaatkan ketidaktahuan pembeli akan harga pasar. Seorang siswa bisa saja berbohong pada gurunya mengenai alasan ia tidak mengerjakan PR-nya.

Kebohongan demi kebohongan bisa muncul dengan lebih banyak lagi mengingat kemajuan teknologi saat ini sangat memungkinkan hal tersebut. Di dunia maya, berbagai praktik kebohongan pun tersebar luas. Yang paling umum tentunya kebohongan seputar jati diri yang dilakukan ketika ceting (chatting). Sementara itu, keberadaan ponsel di dunia nyata juga membuka peluang untuk melakukan kebohongan.

Continue reading

Masuk ke Dalam, Keluar ke …?

18 Apr

Dalam bahasa Indonesia, istilah yang digunakan untuk menunjuk atau merujuk kepada suatu benda atau arah di sebut juga referensi atau referen. Referen ini sendiri bisa bermacam-macam tergantung fungsinya. Misalnya, untuk mengacu pada arah atau tempat, digunakanlah di, ke, dari. Atau untuk mengacu pada individu, digunakanlah dia, ia, –nya.

Adapun di, ke, dari, merupakan rangkaian referen yang sangat umum dijumpai. Selain sebagai referen, yang mengacu kepada arah atau tempat, ketiganya juga sering disebut sebagai kata depan (bersama-sama dengan pada, kepada). Penggunaan referen jenis ini di satu sisi bisa membantu membedakan maksud tuturan.

Continue reading

Perang Iklan dengan Bahasa

14 Feb

Sejak kehadiran televisi swasta 1989, TVRI tidak menjadi satu-satunya stasiun televisi. Wajah pertelevisian kita pun berubah. Salah satu yang mengubah ialah hadirnya iklan yang membelah-belah sebuah siaran. Dalam acara berdurasi setengah jam, minimal ada tiga waktu jeda yang akan diisi oleh iklan.

Kehadiran iklan di satu sisi memang menguntungkan. Bisa dibilang iklan merupakan salah satu pemasukan utama dunia pertelevisian. Kita tentu masih ingat ketika TVRI sempat vakum karena tidak memiliki dana untuk tetap mengudara. Saat itu TVRI memang tidak menayangkan iklan kecuali iklan layanan masyarakat yang memang bertujuan memberikan pembinaan atau sosialisasi terhadap sesuatu. (Yang dulu terbilang sering iklan layanan masyarakat posyandu dan imunisasi polio.) Belakangan kebutuhan untuk menayangkan iklan menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan karena iklan merupakan penyokong kehidupan pertelevisian.

Continue reading

Sepak Bola dan Komentator

10 Feb

Publik sepak bola nasional tentu menantikan final sepak bola liga Indonesia yang dilangsungkan pada 10 Februari 2008 yang lalu. Ini mungkin satu-satunya final, setidaknya di Asia, yang dilangsungkan dengan tanpa penonton sebagai akibat dari kerusuhan yang terjadi di Gelora Bung Karno. Pertandingan itu sendiri kemudian dimenangkan oleh Sriwijaya FC dengan mengalahkan PSMS Medan 3-1 dengan melalui dua kali babak perpanjangan waktu.

Dalam pertandingan sepak bola, kita senantiasa ditemani oleh sejumlah komentator. Umumnya, pembawa acara akan menyajikan pertanyaan kepada para komentator. Namun, kalau Anda mencermati, pertanyaan-pertanyaan yang dilayangkan sebenarnya tergolong pertanyaan retoris.

Continue reading

Pesta Demokrasi Bekasi dan Bahasa Kampanye

11 Jan

Masyarakat kota Bekasi tengah bersiap-siap untuk melaksanakan pesta demokrasi. Pada tanggal 27 Januari 2008 mendatang, seluruh masyarakat Bekas akan melaksanakan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bekasi untuk periode 2008–2013.

Tentu saja kampanye telah dilakukan jauh-jauh hari. Meski demikian, spanduk-spanduk dan poster-poster, termasuk stiker-stiker pada mobil-mobil angkot. Ada yang masih utuh, ada pula yang sudah tersobek. Continue reading

Informasi Jelas Konsumen Puas

30 Dec

Anda gemar bepergian dengan menggunakan jasa PT. Kereta Api, khususnya dengan menggunakan kelas eksekutif? Bila ya, Anda tentu menjadi salah seorang yang mengharapkan mendapat kenyamanan sekaligus pelayanan yang terbaik; namanya saja kelas eksekutif. Itu pula yang saya inginkan sehingga memilih menggunakan kelas eksekutif daripada kelas bisnis. Boleh dibilang, inilah kali pertama saya menikmati perjalanan dengan kelas eksekutif langsung dari ruangan nyaman berpenyejuk ruangan itu.

Salah satu nilai tambah, kalau boleh dikatakan demikian, pada kelas ini ialah tersedianya sebuah televisi yang menyajikan sejumlah tayangan bagi para penumpang. Hal ini tentu dimaksudkan agar penumpang tidak merasa bosan.

Continue reading