Berita Natal

25 Dec

Secara umum, gereja memisahkan kegiatan seputar Natal menjadi dua. Kegiatan pertama ialah ibadah Natal. Ibadah Natal ini diadakan tepat pada tanggal 25 Desember. Bisa pagi, bisa menjelang siang, siang, sore, atau menjelang malam. Biasanya, ibadah Natal tidak berbeda jauh dengan ibadah biasa pada hari Minggu. Yang membedakan paling dekorasi ruangan dan tata ibadah.

Sementara itu, kegiatan kedua ialah perayaan Natal. Perayaan Natal ini biasanya paling banyak dihadiri oleh jemaat. Mereka yang disebut “Kristen musiman”, biasanya datang pada perayaan Natal. Tidak heran kalau pada perayaan Natal, jumlah yang hadir hampir seperti pada ibadah malam Natal. Sebuah gereja di Jakarta malah memutuskan mengadakan perayaan Natal dalam dua hari. Maksudnya, agar pada saat itu jemaat yang hadir tidak terlalu banyak, agar semua yang hadir bisa mengikuti ibadah dengan baik

Semua gereja tampaknya memiliki pemahaman yang sama soal ibadah Natal. Semua gereja, tentu mengadakan ibadah Natal, tepat pada tanggal 25 Desember. Akan tetapi, tampaknya tidak demikian untuk perayaan Natal.

Ada gereja yang berpendapat bahwa perayaan Natal sebaiknya diadakan setelah tanggal 25 Desember. Alasannya, kalau lebih awal, sama saja dengan mendahului kelahiran Kristus dong? Jadi, mereka sepertinya memahami bahwa perayaan itu baru bisa diterima setelah berita bahwa Yesus sudah lahir (yang diwartakan lewat ibadah Natal) diberitakan. Dengan kata lain, tindakan bersukacita didahului oleh berita sukacita.

Masuk akal juga memang. Bukankah para gembala di padang rumput pun demikian (lihat Lukas 2:8-20)? Mereka menerima kabar sukacita dari para malaikat yang menyapa mereka. Dengan bergegas mereka pergi ke tempat yang disebutkan oleh malaikat itu. Dan ketika apa yang telah dikataka malaikat kepada mereka itu terbukti kebenarannya, mereka pun kembali sambil memuji dan memuliakan Allah (Lukas 2:20). Jadi, polanya jelas: berita sukacita diikuti dengan sukacita. Ada alasan yang jelas untuk bersukacita, yaitu kelahiran Yesus, Sang Mesias.

Sementara itu, ada banyak gereja pula yang tidak berpendapat demikian. Mungkin gereja-gereja yang mengadakan perayaan Natal sebelum tanggal 25 Desember berpendapat bahwa Natal itu sebenarnya bisa terjadi kapan pun dalam kehidupan setiap orang. Ketika seseorang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadinya, itu berarti ada Natal bagi dirinya. Maka tidak heran kalau ada perayaan Natal yang diselenggarakan awal Desember. Atau malah yang merayakannya pada bulan Januari!

Meskipun berbeda, toh apa disampaikan pada perayaan Natal dan ibadah hari Natal (mungkin lebih tepat kalau saya katakan demikian), pada prinsipnya tidaklah jauh berbeda. Lebih dari dua ribu tahun yang lalu, telah lahir Mesias, Sang Juru Selamat, Yesus Kristus. Inilah berita Natal yang disiarkan dari masa ke masa, dari abad ke abad. Natal tanpa Yesus, bukanlah Natal karena Yesuslah sorotan utama Natal, alasan mengapa umat Kristen merayakan Natal.

Mengingat hal ini, kita diingatkan kembali bahwa dunia ini telah menyingkirkan Yesus. Dunia tidak hanya menyingkirkan Yesus lebih dari dua ribu tahun lampau. Dunia juga menyingkirkan Yesus pada zaman ini. Apa yang kita lihat di berbagai pusat perbelanjaan menunjukkan hal tersebut. Mungkin hanya manajemen pusat perbelanjaan yang merupakan orang Kristen atau benar-benar menghargai kekristenanlah yang membuat dekorasi kandang domba di pusat perbelanjaannya.

Memang berita Natal harus berpusat pada Yesus. Akan tetapi, bukan berarti penyampaian khotbah harus monoton. Dari dua perayaan Natal yang saya ikuti, saya melihat perbedaannya sehingga ada dua berita Natal yang saya dapatkan.

  1. Setiap tahun tantangan yang dihadapi akan semakin susah. Namun, kehadiran Yesus memberikan harapan bagi umat manusia. Hanya saja, tidak cukup bagi kita hanya sekadar percaya. Kita harus mempercayakan diri kita juga kepada-Nya.
  2. Dalam peristiwa kelahiran Yesus lebih dari dua ribu tahun lampau, kuasa kegelapan juga turut bekerja. Mereka berniat menggagalkan rencana Allah. Kuasa kegelapan itu semakin gencar bekerja sampai pada hari ini. Mereka bekerja di berbagai bidang: politik, gereja, bahkan keluarga. Syukur kepada Allah, kelahiran, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus memampukan kita untuk lepas dari cengkeraman kuasa gelap dan menaklukkannya.

Bagi Anda yang merayakan Natal, apakah berita Natal yang Anda bawa dan bagikan kepada sesama? Silakan berkomentar di bawah ini.

4 Responses to “Berita Natal”

  1. torang pardede December 25, 2009 at 4:02 pm #

    Tuhan Yesus sangat baik Dia berinisiatif untuk datang ke dunia yang d penuhi manusia yang sudah lari dari keinginan Tuhan, ke dunia artiy..Yesus datang buat semua org, ada yg percaya ada yg tidak..trserah kita mau menerima juruslamat yang memberikan kepastian atau tidak, anyway selamat natal..JBU.

  2. Yenti January 9, 2010 at 1:14 am #

    Natal yah…Natal itu bagiku sama seperti hari-hari yang lainnya. Hanya tanggal 25 Desember emang menjadi hari khusus untuk memperingati Kelahiran Kristus. Aku hanya ingat 2 tahun lalu, saat Natal dan membawa papaku ke gereja pertama kali dan pertama kali itulah dia injakkan kaki di gereja. Karena sesuatu hal, akhirnya aku telat membawanya sampai di ruang kebaktian. Ternyata KASIH NATAL hari itu tidak terpancar dari orang-orang yang telah menikmati acara di kursi masing2:). Aku berkeliling mencari tempat duduk kosong buat papaku karena tetap berniat mendapatkan duduk di ruang kebaktian utama, demi tujuan inilah satu-satunya caraku agar bisa mendengar dengan jelas semua khotbah dan acaranya. Tapi, sangat disayangkan, “KURSI UNTUK MELIHAT ENTERTAINMENT DEMIKIAN MAHAL”. Hanya sebuah kursi kosong untuk seorang tua yang tertatih2, tidak menjadi nyata dalam KASIH NATAL saat itu. Karena hal itu, setiap Natal tiba, aku hanya bisa berkata, seandainya siapapun yang datang ke perayaan- orang tua, aku akan berkorban menyediakan bangku kebangaanku dan duduk di lantai atau berdiri, demi orang tersebut.

  3. Bayu Probo January 13, 2010 at 4:19 pm #

    Natal sekarang jadi budaya pop.

  4. Max Leonard L. December 21, 2010 at 2:28 pm #

    Natal sebenarnya merupakan suatu kebahagiaan yang bisa saja berlaku setiap hari dalam kehidupan setiap umat yang percaya, namun kembali kepada kehidupan kita sehari-hari yang sangat banyak dipenuhi berbagai pelanggaran terhadap perintah Tuhan kita Yesus Kristus, kita harus sangat berterima kasih kepada-NYA karena keselamatan yang DIA berikan dengan cuma-cuma kepada kita, namun kita tidak menyadari akan hal itu dan selalu berargumen bahwa itu hanya rutinitas belaka, pengorbanan-NYA di kayu salib merupakan tolok ukur kesetiaan-NYA yang kita harus teladani, jangan kita sudah hidup enak sehingga kita lupa kepada sang Khalik yang berakhir pada suatu penderitaan kita sendiri karena kita tidak mematuhi apa yang diperintahkan-NYA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: