Bahasa Indonesia di Dunia Maya

30 Oct

Saya tidak menyangka kalau artikel yang kemarin saya pasang di blog ini segera mendapat respons dari dua blogger lawas. Tidak hanya itu, keduanya justru memaksa saya berpikir lebih jauh lagi berkenaan dengan topik yang saya tulis kemarin. Meski terkesan lucu dan terlalu cepat kalau menulis secara berurutan, saya merasa ingin memberi respons balasan terhadap respons Mata Dunia dan Budaya Pop kemarin.

Bila topik ini saya mulai pada pertengahan tahun 1990-an, saya kira akan sulit melihat bahasa Indonesia di dunia maya. Alasan paling utama ialah saat itu bahasa Inggris merupakan bahasa pengantar pada mayoritas situs web yang ada. Jumlah situs web yang menggunakan bahasa Indonesia relatif sedikit. Apalagi saat itu belum ada fenomena blog. Internet Relay Chat juga menggunakan bahasa Inggris untuk berbagai menu. Para penyedia layanan surat elektronik dan penyedia halaman pribadi (homepage) juga tidak menyediakan versi bahasa Indonesia. Bahkan seingat saya, penyedia layanan surat elektronik sekelas Yahoo! belum sampai lima tahun menggunakan bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa alternatif.

Mengingat pengguna internet di Indonesia setiap tahun semakin bertambah, berbagai portal memutuskan untuk menyertakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar. Salah satu strategi yang mereka lakukan ialah membiarkan komunitas pengguna bahasa tertentu untuk menerjemahkan sendiri berbagai menu dan informasi dari suatu situs. Hal ini salah satunya dilakukan oleh pihak WordPress yang menurut saya merupakan strategi yang baik. Bukan karena mereka terlalu malas untuk menerjemahkannya, melainkan mereka menyerahkan penerjemahan itu untuk dilakukan, terutama oleh penutur bahasa sasaran terjemahan yang notabene lebih memahami konteks bahasanya sendiri.

Bahasa Indonesia dunia maya
Satu hal yang pasti dalam komunikasi dunia maya ialah peralihan dari komunikasi lisan menjadi komunikasi tulisan. Komunikasi lisan memang tetap memungkinkan dilakukan melalui internet. Akan tetapi, mayoritas pengguna internet cenderung menggunakan bahasa tulis. Hal ini sekaligus mendorong eksplorasi guna memperkaya bahasa tulis tersebut. Misalnya, dengan menggunakan emotikon atau kaomoji untuk menampilkan ekspresi tertentu.

Dampak bahasa Inggris bagi bahasa Indonesia dunia maya sangatlah kental. Pada artikel saya yang lalu, salah satu bentuk bahasa yang relatif sering muncul ialah penggunaan bentuk singkatan. Dalam hal ini, singkatan itu bisa kita bedakan menjadi dua, yaitu singkatan yang berasal dari bahasa Inggris dan singkatan yang berasal dari bahasa Indonesia. Dalam komunikasi yang dilakukan dengan bahasa daerah, mungkin saja muncul singkatan-singkatan dalam bahasa daerah.

Singkatan dalam bahasa Inggris yang lazim ditemukan pada masa IRC misalnya, asl pls yang merupakan singkatan dari age, sex, location/land please, yaitu permintaan informasi latar belakang. Penggunaan asl pls itu umumnya dilakukan dalam percakapan dengan orang yang belum dikenal. (Belakangan, dari sejumlah perbincangan saya dengan orang lain non-Indonesia, penggunaan singkatan tersebut tidak lagi ditemukan.) Mengingat peran instant messenger saat ini cenderung lebih dominan, percakapan yang terjadi umumnya dilakukan oleh dua partisipan yang sudah saling kenal, meskipun ruang bicara umum turut disediakan pula. Dengan demikian, asl pls tidak lagi umum digunakan. Meskipun demikian, akan menarik juga bila kita mencermati bagaimana bahasa para pengguna internet pemula. Hanya saja, topik ini tidak akan kita singgung lebih jauh di sini.

Bagaimana dengan singkatan-singkatan dalam bahasa Indonesia? Dalam penelitian saya beberapa waktu lampau, singkatan-singkatan yang umum, yaitu km dan u untuk ’kamu’ atau ’Anda’; thx atau tks untuk ’terima kasih’; gpp untuk ’tidak apa-apa’; ce untuk ’cewek’; co untuk ’cowok’, knp untuk ’kenapa’ merupakan  singkatan-singkatan yang umum ditemukan. Namun, salah satu yang paling sering ialah penggunaan x yang bisa berarti substitusi untuk –nya atau kali, yang tidak hanya kita temukan dalam komunikasi melalui instant messenger, tetapi juga dalam komunikasi pesan singkat telepon seluler.

Penyingkatan ternyata juga tidak hanya terjadi dalam tataran kata. Kalimat yang digunakan pun relatif lebih singkat. Malah tidak jarang kalimat yang dituliskan merupakan kalimat-kalimat yang tidak lengkap. Rangkaian seperti berikut ini, misalnya, merupakan sesuatu yang sangat lazim kita temukan.

(1) – hi,pa kbr
(2) – lama gak ktm
(3) + halo jg
(4) + iya nih, u gmn kbrx
(5) – baik2 sj
(6) – skrg dmn n krj apa
(7) + g di bdg

Kalau kita perhatikan, tuturan (1) dan (2) yang dilakukan oleh (-) bisa saja dilakukan dalam satu baris. Sementara, tuturan(6) kadang kala bisa dihadirkan dalam dua baris, yaitu menjadi skrg dmn dan (skrg) krj apa. Akan lazim pula kita mendapati pertanyaan yang tidak terjawab. Lihat pertanyaan pada (1) yang tidak mendapat jawaban; bandingkan dengan (4) yang dijawab dengan (5).

Setelah disusun, kira-kira tuturan tersebut akan menjadi

– Halo, apa kabar? Sudah lama ya, kita tidak bertemu?
+ Halo juga. Iya nih, sudah lama tidak (kita) tida beremu. Kamu sendiri bagaimana kabarnya?
– Aku baik-baik saja. Sekarang (kamu) ada di mana? Kerja (di bidang) apa?
+ (Sekarang) aku di Bandung.

Salah satu ciri yang cukup signifikan dari bahasa tulisan di dunia maya ialah penggunaan emotikon dan kaomoji. Emotikon merupakan ikon-ikon yang mewakili berbagai ekspresi wajah. Ikon-ikon ini terbentuk dari kombinasi tanda baca dan huruf tertentu. Oleh karena itu, emotikon tersebut perlu diputar sembilan puluh derajat searah jarum jam untuk melihat bentuk sempurnanya. Berikut beberapa emotikon tersebut. (Saya sengaja memberikan jarak di antara tiap tanda baca agar tidak secara otomatis diubah ke dalam bentuk emotikon penuh.)

: – )
: – (
: – o
:.. – (
: – D
: – P
; – )

Emotikon-emotikon tersebut umumnya terdiri dari tiga bagian wajah: yang mewakili bagian mata (diwakili oleh tanda titik dua dan titik koma), mewakili bagian hidung (diwakili oleh tanda hubung), dan mewakili bagian mulut (diwakili oleh tanda kurung pembuka, kurung penutup, dan huruf tertentu). Belakangan, emotikon tersebut mengalami penyingkatan juga. Bagian yang mewakili hidung sering kali tidak disertakan. Selain itu, muncul pula variasi emotikon lain yang tidak melulu merupakan ekspresi wajah manusia, tetapi juga bentuk lain, seperti hewan, bunga, dan sebagainya.

Beberapa tahun lalu, pengetahuan mengenai kombinasi tanda baca dan huruf tersebut merupakan sesuatu yang tidak diketahui oleh semua orang, terutama dengan bentuk-bentuk tertentu. Akan tetapi, sekarang pengetahuan itu menjadi tidak begitu penting. Instant messenger biasanya sudah menyertakan menu khusus untuk menampilkan sederet emotikon yang bisa dipilih, dengan yang jauh lebih menarik. Selain itu, sekarang instan messenger secara otomatis mengubah kombinasi tanda baca tersebut menjadi emotikon.

Adapun kaomoji merupakan emotikon asal Jepang. Tidak seperti emotikon lain, kaomoji cenderung lebih mudah dipahami. Selain itu, untuk mengetahui ekspresi yang dimaksud, kaomoji tidak perlu diputar sembilan puluh derajat searah jarum jam. Berikut ini beberapa bentuk kaomoji.

(^_^)
(-_-;)
(T_T)
(^@^)
(-_-)y

Nasib kaomoji ini pun sama seperti emotikon pada umumnya. Penyingkatan pun terjadi. Yang paling sering ialah menampilkan mata, yang diwakili dengan tanda ^^.

Bagaimana bahasa Indonesia di dunia maya ini? Saya kira hal-hal berikut ini telah menjadi ciri bahasa Indonesia di dunia maya.

  • Disisipi dengan berbagai istilah atau kosa kata bahasa Inggris. Istilah-istilah ini digunakan dalam beragam konstruksi kalimat bahasa Indonesia. Adapun istilah yang digunakan bisa berupa istilah yang lazim ditemukan di internet (misalnya, install, blogging, googling, dan sebagainya), bisa juga berupa kosa kata bahasa Inggris yang lazim muncul dalam dunia nyata (misalnya, u, thx,dan sebagainya).
  • Disertai dengan sejumlah singkatan, jika pun tidak sepenuhnya, setidaknya sebagian besar konstruksi kalimat yang disusun.
  • Kalimat yang digunakan relatif lebih singkat, dan cenderung tidak lengkap.
  • Dihiasi dengan beragam bentuk emotikon yang fungsinya tidak sekadar menunjukkan ekspresi wajah, tetapi juga menghadirkan warna dalam komunikasi tulisan, dan mungkin juga menunjukkan tingkat pengetahuan partisipan.
  • Disisipi dengan kosa kata khas penyedia layanan tertentu di dunia internet, seperti facebook, Google, Yahoo!, friendster, Wikipedia, dan lain-lain.

Bahasa baku di dunia maya
Seperti halnya di dunia nyata, rasanya sulit menertibkan penggunaan bahasa di dunia maya. Kalaupun kita menemukan situs atau blog yang menggunakan bahasa yang bisa dianggap baku, hampir pasti bahwa situs web atau blog itu merupakan hasil garapan pemerintah atau lembaga-lembaga tertentu. Atau situs web tersebut merupakan situs web universitas atau surat kabar versi dunia maya.

Budaya Pop sempat menyinggung hal yang menarik untuk didiskusikan dalam komentarnya pada tulisan saya sebelum ini. Seandainya singkatan-singkatan tersebut menjadi bahasa yang baku, tentu tulisan akan menjadi ringkas. Pertanyaannya, apakah hal itu memungkinkan?

Saya kira, singkatan-singkatan tersebut tidak mungkin dibakukan. Seperti yang kita ketahui, bahasa baku merupakan bahasa yang lengkap sehingga singkatan-singkatan tersebut tidak mungkin digunakan dalam ragam dan situasi yang resmi. Apalagi digunakan dalam tataran akademis.

Tidak hanya di dunia nyata saja, bahkan di dunia maya sekalipun, penggunaan singkatan tersebut belum akan menjadi semacam bahasa baku. Kecuali ada otoritas paling kuat untuk membakukan, singkatan-singkatan tersebut tidak akan dianggap sebagai bagian dari bahasa baku. Bahkan kalaupun otoritas demikian ada, sudah tentu akan mendapat tentangan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, cukuplah menyebutkan bahwa beragam singkatan yang digunakan dalam komunikasi di dunia maya merupakan penanda atau ciri khas komunikasi yang berlangsung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: