Sebuah Refleksi pada Hari Sumpah Pemuda: Bagaimana Kita Berbahasa?

28 Oct

Hari ini merupakan salah satu dari dua hari yang sangat spesial bagi bangsa kita. Bila yang pertama merupakan peringatan 100 tahun Kebangkitan Nasional, hari ini merupakan peringatan 80 tahun Sumpah Pemuda. Memang ada banyak hal yang bisa kita renungkan bersama berkenaan dengan peringatan peristiwa penting dalam sejarah bangsa kita ini. Namun, mengingat blog ini memang khusus berbicara mengenai bahasa dan sastra, saya hendak mempersempit topik pembicaraan tanpa mengesampingkan makna penting lain dari peristiwa Sumpah Pemuda tersebut.

Pemerintah memang telah sejak lama menetapkan bulan Oktober sebagai bulan bahasa dan sastra. Penetapan ini mungkin sekali karena salah satu butir pada Sumpah Pemuda berkenaan dengan bahasa.  Apa pun alasannya, saya kira penetapan ini menunjukkan betapa pemerintah pada masa itu menyadari pentingnya peranan bahasa dan sastra dalam kehidupan berbangsa dan bernegara (dengan demikian dalam kehidupan masyarakat sehari-hari). Tidak mengherankan apabila berbagai kegiatan seputar kemampuan berbahasa banyak diselenggarakan.

Meski demikian, faktanya masih banyak juga yang memandang bahasa dan sastra kita dengan sebelah mata. Dalam hal berbahasa, sebagian besar masih merasa puas apabila pesan yang hendak disampaikan bisa dipahami oleh rekannya, tidak peduli bagaimana pesan itu disampaikan. Akibatnya, timbul beragam gaya berbahasa. Meskipun hal ini tidak sepenuhnya buruk, dampaknya batas-batas bahasa yang baik dan benar itu pun menjadi kabur.

Sebagai contoh sederhana, orang tua yang terbiasa berbicara dengan bahasa gaul akan kesulitan mewariskan bahasa yang baik dan benar kepada anak(-anaknya). (Dan ketika mereka beranggapan bahwa mengajarkan bahasa adalah tugas guru, berarti mereka sudah mengabaikan tugas mereka sebagai orang tua.) Ketika hal ini terjadi, bisa dibayangkan bagaimana bangsa ini kelak berbahasa.

Hal sederhana lainnya, kita juga sering asal berbicara tanpa memikirkan fakta dan logika yang seharusnya kita sertakan. Terus terang, hal ini sempat terjadi pada saya pagi ini ketika mengirimkan pesan singkat. Karena terlalu bersemangat akan peringatan 80 tahun Sumpah Pemuda, saya menyebutkan “memperingati 80 tahun ikrar bahasa Indonesia sebagai bahasa negara”. Padahal yang diperingati bukan ikrar bahasa Indonesia sebagai bahasa negara, melainkan ikrar bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Bagaimana dalam hal sastra? Terus terang, agak sulit bagi saya untuk menilai bidang ini. Satu hal yang saya lihat, sastra kita berkembang cukup positif hingga saat ini. Generasi muda penikmat sastra sepertinya juga bertambah. Karya-karya yang dihasilkan pun semakin beragam. Mungkin pengenalan sastra kepada anak-anak merupakan salah satu tantangan bagi setiap orang yang memiliki perhatian pada bidang sastra. Terutama pengenalan akan karya-karya lokal sebelum mengajak mereka lebih mengenal (dan mencintai) karya-karya asing.

Oleh karena itu, ada baiknya bila pada hari ini (dan selanjutnya) kita menerapkan hal-hal berikut.

  1. Mengurangi penggunaan bahasa gaul untuk membiasakan diri berbicara secara resmi sekaligus mempraktikkan bahasa yang baik dan benar.
  2. Membiasakan diri menata kalimat dengan baik sebelum bertutur untuk menghindari kesalahpahaman.
  3. Mulai menggali kekayaan nilai pada sastra dan karya yang dihasilkan oleh penulis maupun sastrawan kita.
  4. Memperkenalkan karya sastra (klasik maupun kontemporer) kepada generasi muda (atau anak-anak Anda).

2 Responses to “Sebuah Refleksi pada Hari Sumpah Pemuda: Bagaimana Kita Berbahasa?”

  1. jebrok December 5, 2008 at 10:59 pm #

    Jika semua peraturan tersebut diterapkan, maka makna dari pergaulan itu sendiri akan berubah.
    Dalam dunia pergaulan, konsep tata bahasa baku BI memang tidak bisa diterapkan. Konsep tata bahasa baku BI hanya bisa diterapkan pada forum-forum resmi….

  2. tumpalUSU December 5, 2008 at 11:13 pm #

    OK!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: