Daripada

30 May

Pada prinsipnya, kata daripada digunakan untuk menyatakan perbandingan. Berdasarkan kategorisasi kata oleh Harimurti Kridalaksana, daripada digolongkan sebagai konjungsi. Ia selalu menghubungkan dua satuan dalam satu bentuk konstruksi. Dalam kalimat, misalnya, bisa kita lihat dari tiga contoh sederhana berikut ini.

  • MU menujukkan bahwa mereka tetap lebih baik daripada Chelsea di babak final Liga Champion 2008.
  • Saya lebih suka membaca daripada menonton televisi.
  • Lebih praktis menggunakan komputer daripada mesin ketik.

Meski pada dasarnya digunakan untuk menunjukkan perbandingan ternyata sejumlah penggunaan daripada dalam lingkup kekristenan cukup menimbulkan kebingungan. Dalam Alkitab Terjemahan Baru, misalnya, kata daripada banyak ditulis sebagai dari pada dengan total 781 ayat yang menggunakannya. Berikut beberapa contoh penggunaan daripada yang saya maksud.

  1. Sesudah itu Firaun menanggalkan cincin meterainya dari jarinya dan mengenakannya pada jari Yusuf; dipakaikannyalah kepada Yusuf pakaian dari pada kain halus dan digantungkannya kalung emas pada lehernya. (Kejadian 41:42)
  2. Jadi pernahkah aku mengambil untung dari pada kamu oleh seorang dari antara mereka, yang kuutus kepada kamu? (2 Korintus 12:17 )
  3. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” (Markus 12:31)
  4. Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat. (1 Petrus 3:17 )

Melihat konstruksinya, daripada pada (1) dan (2) sama sekali jauh dari sebuah perbandingan. Kata daripada pada dua kalimat pertama itu lebih tepat bila diganti dengan kata dari. Dalam dua kalimat tersebut, kita tidak menemukan butir-butir yang diperbandingkan.

Sementara pada kalimat (3) dan (4) penggunaan daripada memang menyatakan perbandingan. Pada (3), dibandingkan hukum lain dan kedua hukum ini. Sementara pada (4) yang dibandingkan adalah menderita karena berbuat baik dan menderita karena berbuat jahat.

Bentuk-bentuk tersebut memang lebih dijumpai pada Alkitab Terjemahan Baru dan sudah diperbaiki pada Alkitab Terjemahan Baru edisi revisi. Sehingga justru kata dari yang digunakan pada (1) dan (2).

Meski demikian, kekeliruan penggunaan daripada pun masih sering diucapkan pula oleh mayoritas jemaat dalam setiap ibadah Minggu. Sebab hal yang serupa juga terjadi dalam Doa Bapa Kami dan Pengakuan Iman Rasuli. Dalam Doa Bapa Kami, penggunaan yang keliru ada pada tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat. Lalu pada Pengakuan Iman Rasuli ada pada dikandung daripada Roh Kudus. Dari keduanya, tidak terlihat indikasi butir-butir yang diperbandingkan. Sehingga seharusnya kata daripada diganti menjadi dari.

Bagi sejumlah gereja, mungkin butuh keberanian untuk melakukan revisi terhadap Doa Bapa Kami maupun Pengakuan Iman Rasuli. Pada Doa Bapa Kami, mungkin alasannya karena Alkitab pun menggunakan bentuk daripada (dari pada). Apalagi lebih banyak yang menggunakan Terjemahan Baru daripada Terjemahan Baru Revisi yang sudah menggunakan daripada dan dari secara proporsional. Sementara pada Pengakuan Iman Rasuli, alasannya mungkin karena pengakuan itu merupakan tradisi, meskipun ada juga gereja yang berani keluar dari tradisi karena menyadari perkembangan yang terjadi dalam bahasa.

Nah, bagaimana Anda dan gereja Anda?

4 Responses to “Daripada”

  1. Mata Dunia June 9, 2008 at 4:12 pm #

    Ini adalah kesalahan peninggalan orde baru.
    Kamu tahu siapa yang menyebarkan kesalahan ini…

  2. indonesiasaram June 10, 2008 at 7:07 am #

    Yah, kita sama-sama tahulah. Makanya kita revisi.

  3. Steve Gaspersz July 17, 2008 at 9:14 am #

    Kita sama-sama tahu, tetapi banyak juga pemimpin gereja yang tidak mau tahu alias alergi perubahan. Saya melihat kerancuan ini disebabkan karena rumusan-rumusan iman dan/atau gerejawi dianggap terlalu sakral sehingga tidak perlu mengikuti perkembangan bahasa yang dinamis.
    Menurut Anda, penerjemahan “rather than” itu lebih tepat menggunakan “daripada” atau “ketimbang”?

  4. Mata Dunia July 18, 2008 at 1:20 pm #

    Steve Gaspersz: “Menurut Anda, penerjemahan ‘rather than’ itu lebih tepat menggunakan ‘daripada’ atau ‘ketimbang’?”

    Mungkin keduanya dapat digunakan. Memang, kesannya yang pertama lebih baku, sementara yang kedua lebih bersifat “daerah” dan informal. Namun, kadang-kadang, yang kedua justru lebih enak terdengar. Jadi, keduanya seharusnya dapat diterima.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: