Homoseksual, Gay, Lesbian

23 May

Pada halaman A18, Koran Tempo Sabtu, 17 Mei 2008 yang lalu memberitakan kegembiraan kaum homoseksual di Los Angeles. Pasalnya, pengadilan tinggi telah memberi lampu hijau untuk pernikahan homoseksual. Diberitakan pula bahwa Hollywood Nail Spa dijejali balon warna-warni pelangi yang menjadi kebanggaan kaum gay.

Menarik diperhatikan, berita tersebut menggunakan kata-kata homoseksual, gay, dan lesbian. Pada salah satu paragrafnya, misalnya, disebutkan bahwa di Los Angeles ada sekitar empat puluh persen dari 37 ribu warganya yang diperkirakan sebagai gay. Sementara paragraf lain memberitakan kegembiraan kaum lesbian yang memutuskan untuk memiliki anak.

Setahu saya, homoseksual merupakan istilah yang memayungi dua kata lain, yaitu gay dan lesbian. Jadi, kaum gay merupakan lelaki penyuka sesama lelaki. Asumsi ini muncul mengingat kata gay  lebih sering diucapkan oleh kaum lelaki penyuka sesamanya, ketimbang kata homo atau homoseks. Sementara kaum lesbian merupakan wanita penyuka sesama wanita.

Di Indonesia, meskipun kata gay sangat dikenal, ternyata kata ini tidak terdaftar dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Sebaliknya, kata lesbian justru tercantum dengan arti ‘wanita yang mencintai atau merasakan rangsangan seksual sesama jenisnya; wanita homoseks’. Malahan ada orang yang menggunakan istilah homo untuk mengacu kepada penyuka sesama lelaki. Padahal setahu saya, homo merupakan bentuk singkat dari homoseksual, yang menurut KBBI, berarti ‘kecenderungan untuk tertarik kepada orang lain yang sejenis’. Adapun definisi serupa juga dapat ditemukan di Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer yang disusun Peter Salim dan Yenny Salim (Edisi kedua, 1995).

Lalu, bagaimana menurut kamus bahasa Inggris? Lalu saya mengambil kamus kantong saya, Oxford Learner’s Pocket Dictionary. Di kamus kecil ini, baik gay maupun lesbian bisa kita temukan artinya. Gay diartikan sebagai ‘homosexual’ untuk bentuk ajektif, dan ‘homosexual person’ dalam bentuk nomina. Melihat ini, saya segera melihat arti lesbian. Artinya, ‘woman who is sexually attracted to other woman’. Sementara definisi yang diberikan Merriam-Webster Collegiate Dictionary pun tidak jauh berbeda.

Melihat definisi tersebut, baik homoseksual maupun gay pada dasarnya memiliki makna yang netral, dalam arti tidak dispesifikkan kepada jenis kelamin tertentu. Baik KBBI maupun Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer, baik Oxford Learner’s Pocket Dictionary maupun Merriam-Webster Collegiate Dictionary, sama-sama menunjukkan hal tersebut.

Dengan demikian, istilah gay pun dapat digunakan untuk kaum wanita penyuka sesama wanita. Lalu, apa yang membedakan gay dan homoseksual? Mengacu pada Merriam-Webster Collegiate Dictionary, kata gay diperkirakan berasal dari kata gai, sekitar abad ke-14, dari Middle French. Sementara itu, homoseksual (homosexual) diperkirakan baru ada sekitar 1892. Sayang tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai asal kata tersebut. Dengan demikian, kemungkinan besar kata gay lebih dahulu muncul.

Dalam konteks bahasa Indonesia, mungkin kesamaan makna kata homoseksual dengan gay itulah yang menyebabkan tidak adanya padanan kata gay dalam bahasa Indonesia. Bagaimanapun juga, asumsi saya semula harus runtuh.

5 Responses to “Homoseksual, Gay, Lesbian”

  1. Benny May 29, 2008 at 1:59 am #

    betul itu, homo/homoseks/homoseksual adalah jender netral. saya juga sering mikir banyak penulis-penulis yang tidak bisa membedakannya.

    Orang gay arti awalnya adalah orang yang “gembira” (http://en.wiktionary.org/wiki/gay), atau sebuah kata peyoratif untuk lelaki yang terlalu feminim (terlalu “gembira”, mungkin?). Dulu saya kaget ketika dalam kelompok kor Natal ada lagu yang menggunakan kata “gay” ^^

    Kalau lesbian berasal dari nama pulau Lesbos di Yunani yang penduduknya bisa ditebak… wanita homoseksual. (http://en.wiktionary.org/wiki/Lesbian)

    Jadi sekarang tinggal mencari kata untuk homoseksual pria, dan tempat mana yang mengingatkan kita akan hal ini? Gomora. Maka dengan ini saya menciptakan katan Gomoran yang merupakan lawan jender dari Lesbian.🙂

    NB: http://en.wiktionary.org/wiki/Sodom

  2. pitpot June 18, 2008 at 12:37 am #

    Kata Gay kayaknya lebih disukai dipakai di Amrik Utara. Tentu saja tidak ada pembedaan dia laki atau perempuan pokoknya Gay, udah tau sendiri apa artinya.

    Kata Homo lebih cenderung dipakai untuk mengejek (mocking) menghina, atau memandang rendah para (gay) tersebut.

    Mungkin hal ini merupakan perkembangan kata yang beredar dalam masyarakat maka, sesorang disebut Gay, akan merasa bangga seperti orang laen pada umumnya (beda tapi sama, sama tapi beda). Nah bengong kan?

  3. Yohanes Eko N K June 25, 2008 at 4:49 pm #

    Sedihnya kesalahan demikian dilakukan oleh koran yang terbilang besar juga. Tanda-tanda kemerosotan berbahasa?

  4. Tak Tahu September 20, 2008 at 11:47 pm #

    Macam mne lelaki boleh suka sama lelaki,saya banyak pelik la

  5. titin supriatin June 17, 2010 at 8:54 am #

    tulisanya bermanfaat saya sedang buat tugas teori gay/lesbian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: