Ungkapan Salam

8 Apr

Kalau Anda banyak bergaul dengan literatur, niscaya Anda akan menemukan banyak hal yang menarik dalam berbagai aspek. Salah satunya adalah bahasa. Menarik pula mencermati hasil terjemahan dengan bahasa aslinya. Sedikit banyak, kita bisa menambah wawasan perihal bahasa terkait.

Belum lama ini, saya kembali bersentuhan dengan bahasa Belanda. Persentuhan pertama saya alami ketika masih duduk di bangku kuliah. Saat itu, saya mengambil hampir 4 SKS untuk mata kuliah tersebut; resminya 2 SKS, sedangkan yang 2 SKS lagi saya hanya berperan sebagai mahasiswa pendengar saja.

Salah satu yang saya temukan pada buku aslinya, untuk menyebut malam, ada dua kata yang digunakan:

  • avond, diucapkan setelah matahari terbenam sampai pukul 22 atau 23;
  • nacht, diucapkan setelah pukul 22 atau 23.

Tampaknya hal ini berlaku pada bahasa-bahasa Eropa pada umumnya. Dalam bahasa Inggris, misalnya, hal serupa kita temukan pada kata evening dan night. Kira-kira maknanya juga tidak jauh berbeda dengan avond dan nacht.

Dalam hal ini, bolehlah kalau saya katakan bahwa bahasa Indonesia sedikit lebih praktis. Kita cukup mengucapkan selamat malam kalau hari sudah mulai gelap. Tidak heran kalau pukul enam sore, misalnya, kita sudah mengucapkan selamat malam.

Adapun secara umum, di Indonesia kita mengenal empat ungkapan salam berdasarkan waktu pengucapannya.

  • Selamat pagi: sekitar pukul 5 hingga pukul 10.
  • Selamat siang: sekitar pukul 10 sampai 12.
  • Selamat petang: setelah pukul 12 hingga matahari terbenam.
  • Selamat malam: dari matahari terbenam, sampai sekitar pukul 3.

Uniknya, untuk waktu antara pukul satu dini hari sampai lima, kita tidak pernah mendengar ucapan selamat dini hari. Kalau dulu kebanyakan orang tua kita, mungkin setidaknya sampai sekitar pukul tiga, masih menyebutkan suasana tersebut sebagai malam. Tapi kini, seiring semakin seringnya penyiaran pertandingan sepak bola, waktu antara pukul satu hingga lima itu sudah dianggap pagi.

8 Responses to “Ungkapan Salam”

  1. Mata Dunia April 9, 2008 at 8:54 am #

    Hai, Mr. Rak…
    Teman seruangan nih…

    Numpang tanya… mana yg benar sih:
    1. Memperhatikan atau memerhatikan
    2. Mempesonakan atau memesonakan
    3. Mempercayai atau memercayai
    4. Dan masih banyak lagi

    Salam
    Mata Dunia

  2. ira April 10, 2008 at 5:01 pm #

    aku baru baca sekilas, dan blom semua.
    menurutku kamu bersemangat …
    keep fighting…

  3. indonesiasaram April 10, 2008 at 7:14 pm #

    1. Memperhatikan atau memerhatikan
    2. Mempesonakan atau memesonakan
    3. Mempercayai atau memercayai
    4. Dan masih banyak lagi

    Seharusnya, yang benar itu memerhatikan, memesona(kan), dan memercayai, Pak.

    Pada (1), proses terbentuknya ialah per-kan + hati menjadi perhatikan baru diawali oleh prefiks meN- sehingga menjadi memerhatikan.
    Sementara pada (2) dan (3), kalau boleh saya katakan, cenderung lebih sederhana. Contoh bandingannya persis seperti kata memukuli, bukan mempukuli.

    Omong-omong, terima kasih telah berkunjung, Pak.

    aku baru baca sekilas, dan blom semua.
    menurutku kamu bersemangat …
    keep fighting…

    Wah, terima kasih sudah mampir, Ira. Kalau sempat baca-baca yang lain juga dan beri masukan, ya. Terima kasih telah menyemangati.

  4. Mata Dunia April 11, 2008 at 8:15 am #

    Mas, baca Kompas Sabtu atau Jumat kemarin. Di rubrik “bahasa” (atau apa namanya? saya lupa), dibahas tentang kemungkinan bahwa “memerhatikan” akan dikembalikan menjadi “memperhatikan”. Ini karena ternyata kata dasar dari kata tsb adalah: “hati”, bukan “perhati”. Ini katanya akan direvisi pada KBBI terbaru yg akan keluar tahun ini juga (2008).

    Lalu, di KBBI yg ada sekarang, ada juga ketidakkonsistenan atau ketidakjelasan ttg status imbuhan “me” pada “punya”, “peroleh” dan sebagainya. Bagaimana aturannya yg baku?

    Teman kita Steve, juga favorit dgn struktur “mem…” ini. Coba kamu undang utk diskusi di sini.

    Salam.

  5. Benny May 17, 2008 at 5:38 pm #

    Wah OOT nih. Raka, kamu perlu bikin semacam forum untuk mengantisipasi efek Polisi EYD😀

    Tentang ‘selamat malam’, dalam bahasa Inggris istilah “good night” bukan digunakan untuk sapaan, melainkan untuk ucapan perpisahan. Contoh: Jika Anda berpisah dengan seseorang untuk sisa hari tersebut, terutama orang yang asing yang kemungkinan besar tidak akan berjumpa lagi, salam perpisahan yang umum digunakan adalah “good night”, meskipun matahari sore masih belum tenggelam!

    “Good night” juga diucapkan untuk orang yang mau berangkat tidur, semacam “selamat tidur”.

    Kebalikannya, “Good evening” digunakan untuk menyapa orang tidak peduli matahari sudah tenggelam atau masih di ufuk barat. Jika menyapa mereka dengan “Good night” maka seakan-akan ‘mengusir’ mereka atau tidak mau bertemu dengan orang tersebut.

    Setidaknya itulah pengalaman saya dengan kedua istilah tersebut. Unik bukan!

  6. indonesiasaram May 18, 2008 at 7:56 am #

    Saya setuju dengan pendapat Saudara. Good night dalam konteks Barat cenderung sebagai salam perpisahan. Sementara dalam bahasa Indonesia, selamat malam tidak hanya sebagai salam perpisahan, tetapi juga sapaan, pembuka percakapan, misalnya dalam telepon (meskipun banyak juga orang yang tidak mengucapkannya).

  7. Benny May 18, 2008 at 4:07 pm #

    Bagaimana dengan pengucapan yang sering saya dengar:
    *Met malam, pak
    *Malam, bu; siang, kak; pagi, Din

    Kata “met” apa bisa ditulis atau cuma bahasa lisan saja, trus apa jika kata “selamat” dihilangkan maknanya masih sama?

  8. indonesiasaram May 19, 2008 at 5:07 pm #

    Pada prinsipnya, met merupakan variasi yang dikembangkan para penutur bahasa Indonesia, dasarnya dari kata selamat. Tentu saja dengan demikian, met merupakan bentuk informal yang bisa diucapkan dalam susana yang juga informal. Bisa juga ditulis, misalnya dalam cerpen, novel, atau karya fiksi lainnya selama memang tidak ditujukan untuk urusan formal.

    Terkadang untuk kepraktisan, kita bisa saja menghilangkan kata selamat. Menurut saya, maknanya masih sama dengan kalau kita mengucapkan selamat malam, misalnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: