Blog, Pesta Blogger, dan Kompetisi Blog

29 Feb

Belakangan ini, ada semakin banyak orang yang gemar mengekspresikan dirinya dengan memanfaatkan blog. Mulai dari yang sebatas menulis kegiatan keseharian, sampai yang menulis hal-hal yang bermanfaat. Tidak mengherankan apabila blog kemudian bisa dikategorikan berdasarkan fokus utama masing-masing penulisnya. Misalnya, blog pribadi, blog politik, blog penulisan, dan sebagainya.

Dari awal mulanya, blog memang tidak bisa dilepaskan dari jurnal harian pribadi yang disajikan secara tersambung (online). Dua tokoh awal dari blog ini adalah Justin Hall dan Brad Fitzpatrick. Bila Justin Hall bisa dibilang sebagai orang pertama yang mengawali dunia blog, Brad Fitzpatrick merupakan pencetus LiveJournal.

Membuat blog itu tidak susah. Tidak perlu keterampilan khusus. Anda hanya perlu menulis secara periodik. (Bagi kebanyakan orang, mereka merasa menulis merupakan hal yang sulit, padahal tidak sepenuhnya benar.) Apalagi ada banyak situs penyedia web yang bisa dijadikan pilihan untuk mengawalinya. Kalau Anda menggunakan Friendster, mestinya tidak asing dengan blog mengingat blog merupakan salah satu fitur yang disediakan oleh Friendster. Demikian pula dengan Multiply atau Myspace. Sementara itu bila Anda memang hendak berfokus hanya pada blog, Anda bisa memilih WordPress atau Blogger (Blogspot).

Perkembangan blog di Indonesia disebut-sebut diawali antara 1999 dan 2000. Semula dilakukan oleh orang Indonesia yang berdomisili di luar negeri, lalu mereka yang berprofesi di dunia teknologi informasi. Dari gelombang pertama ini kabarnya tidak banyak yang setia menulis blog.

Namun belakangan ini, para blogger semakin ramai dan dilakukan oleh berbagai kalangan dan lapisan usia. Dan hal ini mendorong diadakannya Pesta Blogger pada tahun 2007 lalu. Penyelenggaraannya diikuti dengan kompetisi blog yang menyedot atensi yang sangat tinggi, terutama dari kalangan dunia maya. Dampak dari Pesta Blogger ini ialah ditetapkannya Hari Blogger Indonesia yang jatuh pada setiap tanggal 27 Oktober, sehari sebelum peringatan Sumpah Pemuda.

Kini, kompetisi blog juga diadakan oleh Balai Bahasa Bandung. Kompetisi ini diselenggarakan dalam rangka peringatan 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional, dan 80 tahun Sumpah Pemuda. Kompetisi yang bertemakan Menuju bahasa dan sastra Indonesia yang mencerdaskan dan meninggikan kemanusiaan ini bertujuan untuk bertujuan untuk menyumbangkan gagasan untuk pengembangan dan pembinaan bahasa dan sastra Indonesia serta mengajak para penggubah blog (blogger) untuk menuangkan aspirasi, gagasan, dan pengetahuan tentang bahasa dan sastra Indonesia melalui media blog.

Sebagai sebuah kompetisi, tentu saja ada hadiah yang diperebutkan. Namun meskipun cukup menggiurkan, bagi saya hadiah tersebut tidak menjadi hal yang utama. Alasannya, tanpa adanya kompetisi tersebut, toh saya sudah mengawalinya dengan Corat-Coret Bahasa ini sejak Januari 2007 yang lalu, jauh sebelum kompetisi ini dilangsungkan. Saat itu saya mengawalinya dengan kesadaran bahwa informasi kebahasan di dunia maya tidaklah banyak. Hal ini terbukti ketika saya menyusun skripsi tiga tahun lalu di mana bahan-bahan yang saya peroleh dari internet semuanya justru berbahasa Inggris. Dengan kata lain, situs web berbahasa Indonesia mengenai bahasa dan sastra Indonesia tidaklah banyak. Belum lagi paradigma kebanyakan orang mengenai situs web tidak lebih sebagai sebuah halaman yang memperkenalkan atau mempresentasikan eksistensinya saja, tanpa menghadirkan isi yang layak dikonsumsi.

Terus terang, kompetisi yang diselenggarakan Balai Bahasa Bandung ini sangat saya sambut dengan antusias, meski tergolong cukup terlambat mengetahuinya (saya baru mendaftarkan blog saya pada Jumat, 22 Februari lalu). Terutama karena kompetisi ini memungkinkan saya untuk mendapatkan mitra guna mengembangkan hal-hal seputar kebahasaan. Sejak Polisi EYD (blog yang menurut saya merupakan perintis informasi kebahasaan pertama yang kini telah “mati”), boleh dibilang hampir tidak ada lagi blog yang khusus membahas hal-hal seputar kebahasaan. Dengan adanya kompetisi ini, saya berharap ada setidaknya satu atau dua orang yang berniat memfokuskan isi blognya pada masalah bahasa. (Dengan demikian, ada tautan yang bisa saya pasang di blog saya sebagai salah satu blogroll.)

Hal berikutnya, kompetisi ini juga sangat positif karena mendorong siapa saja untuk mulai memikirkan bahasa dan sastra Indonesia. Memang tidak terlalu bagus juga karena baru mulai berpikir setelah diiming-imingi hadiah jutaan rupiah. Tapi setidaknya, cukuplah untuk mengawali. Maka tidak heran bila saya berharap kalau ada segelintir orang yang akan setia dengan fokus blognya sebagaio blog bahasa dan sastra Indonesia.

Nah, saya sudah cukup panjang lebar berbicara masalah blog. Kalau Anda tergolong blogger dan tertantang untuk berbagian dalam pengembangan bahasa dan sastra Indonesia, kenapa tidak mengawalinya sekarang? Mumpung periode lomba dibuka sejak 1 Januari 2008 lalu hingga 30 September 2008 mendatang. Atau Anda bisa berbagian bersama saya dengan (rajin) mengunjungi blog Corat-Coret Bahasa ini dan menuliskan komentar di sejumlah tulisan yang tersedia.

One Response to “Blog, Pesta Blogger, dan Kompetisi Blog”

  1. jmtc December 15, 2008 at 4:51 pm #

    yach sayang banget yach kompetisi bloggernya udah lewat yach,padahal kan w pengen banget tuch ikut kompetisinya.

    kira2 ada yang tahu gak kapan lagi akan diadakan kompetisinya karena w pecinta blogger indonesia.

    tolong di infokan yach di blogspot w kalu ada lagi kompetisinya.thanks,…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: