Berilah Keadilan Kepadaku

8 Feb

Salah satu stigma mengenai bahasa Indonesia yang beredar (atau diedarkan?) di kantor saya terdahulu ialah bahwa bahasa Indonesia miskin makna, tidak dapat mengungkapkan makna sebagaimana dalam bahasa Inggris. Benarkah stigma tersebut? Coba kita lihat dengan mencermati sebuah ayat dari kitab Mazmur.

Mazmur 26:1a dalam New King James Version berbunyi

Vindicate me , O LORD, for I have walked in my integrity

Sementara dalam Alkitab Terjemahan Baru ayat tersebut berbunyi

Berilah keadilan kepadaku, ya TUHAN, sebab aku telah hidup dalam ketulusan.

Kata vindicate menurut Oxford Learner’s Pocket Dictionary memiliki dua arti, pertama bukti bahwa sesuatu itu benar atau Anda melakukan sesuatu yang benar (prove that something is true or that you were right to do something). Sedang yang kedua, bukti bahwa seseorang tidak bersalah melakukan sesuatu (prove that somebody is not guilty of something). Dengan demikian, boleh dibilang dalam kata vindicate terkandung makna ‘pembuktian terhadap benar-salah’.

Alkitab Terjemahan Baru menerjemahkan vindicate sebagai keadilan. Keadilan itu sendiri diartikan sebagai sifat (perbuatan, perlakuan, dan sebagainya) yang adil. Mungkin terkesan aneh juga karena kita pun mengenal kata justice yang juga diterjemahkan sebagai ‘keadilan’.

Memang ada perbedaan antara vindicate dan keadilan. Yang pertama berkelas kata verba atau kata kerja, sedangkan yang kedua berkelas kata nomina atau kata benda. Adapun justice yang juga mengandung makna yang serupa, berkelas kata nomina, seperti halnya keadilan. Sedangkan nomina untuk vindicate ialah vindication.

Tapi mari coba kembali ke teks awal kita. Meskipun terkesan aneh atau tidak terlalu tepat, kandungan makna antara vindicate dan keadilan tidak berbeda jauh. Sebab dalam keadilan, masih terkandung makna ‘pembuktian benar-salah’. Dengan mencermati klausa Berilah keadilan kepadaku, pemazmur meminta Tuhan untuk membuktikan perihal benar-salah terhadap dirinya. Dan kalau mencermati klausa selanjutnya, susunan kalimatnya bisa diubah menjadi Nyatakanlah bahwa diriku ini benar sebab aku telah hidup dalam ketulusan. Atau Adililah aku sebab aku telah hidup dalam ketulusan.

Dengan demikian, meskipun kata yang digunakan dalam Alkitab Terjemahan Baru adalah keadilan (ataukah ada kata lain yang lebih tepat?), makna yang hendak disampaikan toh tidak terlalu berbeda. Dan rasanya ini sudah cukup untuk membuktikan bahwa kosakata dalam bahasa Indonesia tidak selalu miskin untuk mengungkapkan makna.

Masih dalam ayat yang sama, kita melihat ada kata integrity yang kemudian diterjemahkan sebagai ketulusan. Ada dua hal yang mungkin terjadi di sini. Pertama, tampaknya pemilihan kata ketulusan itu dilakukan sebelum kata integrity dialihbahasakan dan menjadi salah satu kosakata bahasa Indonesia. Hal kedua, kata ketulusan dipilih untuk membuat rima dengan kata TUHAN.

Hal ini pun cukup menggelitik juga karena integrity maupun integritas memuat arti ‘kejujuran’. Padahal kata kejujuran juga dapat membuat rima dengan TUHAN. Tapi kalau mengintip pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, kedua kata tersebut sebenarnya identik. Integrity sendiri salah satu artinya ialah honesty. Jadi, penetapan kata ketulusan untuk integrity juga sebenarnya bisa dibilang cukup sesuai. Dan sekali lagi, hal ini dapat membuktikan kalau bahasa Indonesia juga memiliki padanan kata yang cukup sesuai dengan kandungan makna dalam bahasa Inggris.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: