Tanda Baca Juga Perlu Diterjemahkan?

20 Dec

Tahukah Anda bahwa penggunaan tanda baca tidaklah sama untuk setiap bahasa? Nah, saya juga menemukan hal ini setelah mendapati hasil terjemahan teman-teman penerjemah. Dan memang kalau mencermati buku-buku semisal Simon and Schuster Handbook for Writers atau Prentice Hall Handbook for Writers , atau The Tech Writer’s Survival Guide Anda juga bisa melihat perbedaan penggunaan tanda baca.

Pada tahap awal ini, ada beberapa perbedaan yang saya temukan. Mari kita lihat.

Tanda Koma dan Tanda Titik
Dalam bahasa Inggris, Van Wickelen (2001: 169) menyebut begini.

A comma or period should apear before the final mark in a quotation, rather than after it:

When you reach the heading “Software Agreement,” begin reading carefully to make sure you understand the terms.

Hal yang serupa ditegaskan pula dalam “Handbook of Technical Writing” yang ditulis oleh Charles T, Brusaw Gerald H, Alred, dan Walter E. Oliu (1976: 97).

A comma always goes inside the quotation marks.

Cukup unik juga karena ahli bahasa kita, semisal Gorys Keraf pun tidak menyebutkan hal ini dalam buku klasiknya, Komposisi. Memang model penulisan seperti pada kutipan tersebut tidak dijelaskan dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan. Namun, disarankan penggunan tanda koma itu sebagai berikut.

Kemarin kami pergi bersama “The Right Man”, dan kami bersenang-senang bersama.

Alasannya, tanda koma tidak menjadi bagian dari pengkhususan
tersebut. (Tentang hal ini, sedikit saya ulas dalam Masalah Tanda Petik dan Tanda Titik.)

Ada kasus lain mengenai tanda koma ini, yaitu dalam menandakan desimal. Dalam bahasa Inggris, tanda koma cenderung tidak digunakan untuk menunjukkan desimal. Untuk menandakan desimal, tanda baca yang digunakan ialah tanda titik. Hal ini berbeda dengan yang berlaku di Indonesia. Memang satuan Internasional menyebutkan bahwa untuk menandakan desimal, bisa digunakan tanda titik maupun koma (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa 2006: 74). Namun di Indonesia, tanda koma cenderung digunakan untuk menunjukkan desimal. Jadi dalam hal ini, terserah kepada Anda untuk menggunakan yang mana, selama penggunaannya dilakukan secara konsisten.

Hal berikutnya, tanda koma biasa digunakan untuk membedakan jumlah dalam ribuan.

Use commas in large numbers to indicate thousands (Brusaw, Alred, dan Oliu 1976: 412).

Sementara, tanda baca yang digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menyatakan hal yang sama ialah tanda titik.

Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa 2006: 24).

Tanda Titik Dua dan Tanda Titik
Dalam bahasa Inggris tanda titik salah satunya digunakan untuk memisahkan jam, menit, dan detik.

Misalnya: 15:15:59

Namun dalam bahasa Indonesia, tanda titiklah yang digunakan (lihat Keraf 1982: 15-16; Chaer 2000: 73; Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa 2006: 42). Jadi, penulisannya akan menjadi: 15.15.59.

Memang baru dalam tanda-tanda baca tersebutlah saya melihat perbedaan penggunaannya antara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Sederhananya karena tanda-tanda tersebut paling umum digunakan. Namun, ini kiranya bisa menunjukkan bahwa tanda baca juga perlu diterjemahkan.

 

Referensi pada tulisan ini:

Chaer, Abdul. 2000. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta:
Rineka Cipta.
Brusaw, Charles T., Gerald J. Alred, dan Walter E. Oliu. 1976. Handbook of Technical Writing. New York: St. Martin Press.

Keraf, Gorys. 1982. Komposisi. Ende-Flores: Nusa Indah.

Kramer, Melinda G.m Glenn Leggett, dan C. Daveid Mead. Prentice Hall Handbook for Writers. New Jersey: Prentice Hall.

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 2006. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan dan Pedoman Pembentukan Istilah. Bandung: Yrama Widia.

Troyka, Lynn Quitman. 1993. Simon and Schuster Handbook for Writers. New Jersey: Prentice Hall.

Van Wicklen, Janet. 2001. The Tech Writer’s Survival Guide. New York: Facts On File, Inc.

3 Responses to “Tanda Baca Juga Perlu Diterjemahkan?”

  1. 4wdtv December 21, 2007 at 2:50 pm #

    opsss….saya baru tau neh, dulu waktu SMP seh pernah diajarin hal2seperti ini tapi tidak secara mendetail yah jadinya ga begitu ngerti.
    Gimana halnya dengan Bahasa Indonesia gaul apakh tanda2 ini berlaku juga…???

  2. indonesiasaram December 22, 2007 at 1:17 pm #

    Saya kira tanda-tanda baca sebenarnya berlaku secara universal, sejauh bahasa itu memang dituliskan. (Namanya juga tanda baca.) Namun mengingat bahasa gaul memberi kesan melanggar kaidah-kaidah yang ada, terus terang saya memang tidak tahu pasti. Hanya saja, saya sarankan untuk tetap menggunakan tanda baca sesuai dengan penggunaannya.

  3. silvi October 22, 2008 at 9:22 am #

    can you help me to find the literary about punctuation marks? i make the research but its very difficult to find the theory and literary about pounctuation…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: