Masalah Nama: Mana yang Benar?

19 Nov

Sudah lama saya tidak mengonsumsi kolom bahasa di Kompas. Kesibukan belakangan ini membuat saya lebih senang menikmati karya fiksi daripada berkutat seputar hal-hal berat — sayangnya ini termasuk masalah kebahasaan. Tidak heran bila cukup lama saya tidak mengirimkan tulisan. Namun akhirnya, Jumat kemarin (16/11), saya sempatkan juga melirik kolom tersebut.

Kolom pada edisi tersebut diisi oleh Pamusuk Eneste, seorang editor para salah satu penerbit ternama. Masalah yang diangkat cukup sederhana, namun pernah pula menarik perhatian saya beberapa tahun lalu. Dengan tajuk Kenapa Geneva?, beliau mengangkah masalah kejamakan nama kota di dunia, termasuk di Indonesia.

Berikut ini sedikit kutipannya.

Sebetulnya agak mengherankan pengarang — dan wartawan — Indonesia menggunakan kata Geneva alih-alih Jenewa yang sudah berterima. Agak aneh bila “Geneva” dianggap lebih keren atau lebih bergengsi daripada Jenewa, padahal keduanya hanya beda versi. Geneva versi Inggris dan Jenewa versi Indonesia.

Dalam tulisan itu, selain Geneva >< Jenewa, beliau juga mengangkat kota lain, seperti Munchen >< Munich, Moskow  >< Moskwa >< Moskou, Den Haag >< The Hague >< s’Gravenhague. Tak lupa salah satu kota di Jawa Tengah, Solo >< Sala >< Surakarta.

Saya juga pernah memerhatikan hal serupa terjadi di bidang sepakbola. Kalau Anda ingat, dulu stadion klub sepakbola asal Spanyol, Barcelona, dinamakan Nou Camp, lalu berganti menjadi Camp Nou. Ada pula nama pemain sepakbola bernasib sama. Striker asal Ukraina yang kini bermain di Chelsea juga mengalami hal sama. Dulu nama depannya dituliskan Andrij, kini menjadi Andriy. Atau striker Real Madrid, Nistelrooj, yang kini sering disebut sebagai Nistelrooy.

Saya tidak begitu mengerti apa yang menyebabkan Nou Camp menjadi Camp Nou. Tapi tampaknya Andriy mengikuti penamaan dalam bahasa Inggris, sementara Andrij tampaknya merupakan penamaan dalam bahasa di Ukraina. Demikian pula nama Nistelrooij merupakan nama dalam bahasa Belanda, sedangkan Nistelrooy dalam bahasa Inggris. Silakan telusuri penamaan tersebut melalui mesin pencari.

Lalu belakangan, saya agak risih dengan hal ini, sejumlah media kita, cetak maupun elektronik cenderung memakai China daripada Cina.
Katanya sih, ini demi mengurangi kesan negatif yang mungkin muncul dari penggunaan cina.

Dalam kasus pertama, saya menduga peralihan itu bisa disebabkan, peralihan nama ke dalam bahasa Inggris lebih memudahkan pembaca untuk melafalkannya daripada bila tetap menggunakan penamaan dalam bahasa asli. Dan dugaan saya ini pada satu sisi tentu bertentangan dengan pendapat bahwa nama, entah itu nama orang, entah itu nama daerah, tidak perlu diterjemahkan. Sementara dalam kasus kedua, peralihan itu cenderung ke arah penghindaran muatan makna negatif.

Lalu yang mana yang benar? Saya kira, terserah saja.  Tapi saya lebih cenderung mengusulkan, pakailah yang dianggap sudah baku. Katanya, KBBI sudah membakukan sekitar 208 nama kota, termasuk provinsi di Indonesia. Jadi, meski tidak semuanya ditemukan, setidaknya KBBI akan membantu Anda.

2 Responses to “Masalah Nama: Mana yang Benar?”

  1. fact mammal November 23, 2007 at 6:03 pm #

    I was searching for this kind of a blog for months now. Actually lost the hope of finding one, but here i am🙂 Thanks for the great articles! Looking forward for a little read after dinner🙂

  2. indonesiasaram November 23, 2007 at 11:56 pm #

    Hello! Thank you for visiting my blog. I can only wish that the articles written here will help anybody with desire about language, especially in bahasa Indonesia. Please feel free to come and put your comment(s) here.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: