Perihal Menulis Judul

15 Nov

Masih dari keseharian saya, belum lama ini ada seorang teman yang diserahkan tugas melakukan standarisasi pada sebuah situs. Ia menanyakan kasus ejaan pada saya berkenaan dengan penulisan judul artikel. Ia mengajukan daftar judul berikut.

MENGENAL SITUS “SABDAweb”
MENGENAL SITUS SABDA.ORG
ANAK-ANAK DAN NATAL YANG MENAKJUBKAN: POLA KASIH
PELAYANAN YLSA TAHUN 2004
PELAYANAN BIBLICAL COMPUTING – DI YLSA
YLSA [Pelayanan SPIRITUAL secara Virtual]
PENDIDIKAN VIA INTERNET
SEJARAH YLSA
SITUS PEPAK (Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen)
MARI BER-PESTA!
SALIB TUA YANG KASAR (THE OLD RUGGED CROSS)

Benarkah penulisan judul di atas? Tanyanya.

Saya balik menjawab dengan mengembalikan daftar berikut.

MENGENAL SITUS SABDA.ORG
ANAK-ANAK DAN NATAL YANG MENAKJUBKAN: POLA KASIH
PELAYANAN YLSA TAHUN 2004
PENDIDIKAN VIA INTERNET
SEJARAH YLSA
MARI BER-PESTA!
SALIB TUA YANG KASAR (THE OLD RUGGED CROSS)

Dalam kasus penulisan judul, kita bisa memilih dua cara dalam menuliskannya. Cara pertamak, kita mengapitalkan seluruh judul tersebut. Dengan demikian, sejauh yang saya pahami, kita harus memukul rata, bahkan huruf yang biasanya tidak dikapitalkan. Misalnya, McCartney, tetap harus kita tuliskan MCCARTNEY alih-alih McCARTNEY. Kaidah yang seperti ini sekaligus menjawab bahwa bentuk-bentuk nama publikasi yang diawali dengan bentukan e-… (yang bagi saya salah kaprah, lihat Banjirnya Istilah e-…) tetap harus dituliskan sebagai E-….

Cara kedua ialah hanya mengapitalkan huruf awal dari kata-kata yang menyertainya. Untuk hal ini, memang ada beberapa kaidah lagi. Anda tidak dapat mengapitalkan kata-kata tertentu seperti di, ke, dari, yang, untuk, dan (kata sambung atau konjungsi) yang tidak menempati awal judul.

Jadi, dari daftar tersebut, bila mengikuti cara pertama, ya tinggal dipukul rata saja semuanya. Sedangkan kalau mau pakai cara kedua, kira-kira begini jadinya.

  • Mengenal Situs SABDAweb
    Dituliskan SABDAweb karena ini memang namanya dan SABDA itu merupakan singkatan.
  • Mengenal Situs SABDA.org
    Penjelasannya hampir sama dengan yang di atas.
  • Anak-Anak dan Natal yang Menakjubkan: Pola Kasih
    Dalam judul, masing-masing unsur yang diulang huruf awalnya tetap dikapitalkan.
  • Pelayanan YLSA Tahun 2004
    YLSA merupakan singkatan Yayasan Lembaga SABDA.
  • Pelayanan “Biblical Computing” di YLSA
    Digunakan tanda petik ganda karena frasa itu harus dicetak dalam huruf miring. Bila memungkinkan, bisa saja langsung dicetak miring. Tanda (-) tidak saya sertakan karena tanda tersebut sebenarnya tidak perlu.
  • YLSA: Pelayanan Spritiual secara Virtual
  • Pendidikan Via Internet
  • Sejarah YLSA
  • Situs Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen (PEPAK)
    Singkatan harus ada dalam tanda kurung lebih dahulu. Barulah dalam isi artikel bisa menggunakan bentuk singkatan sehingga saya memilih penulisan seperti yang di atas ini.
  • Mari Ber-PESTA!
    PESTA merupakan singkatan dari Pendidikan Elektronik Studi Teologia Awam.
  • Salib Tua yang Kasar (The Old Rugged Cross)

Namun, bila judul-judul tersebut hanya hendak dijadikan sebuah daftar judul pada salah satu halaman situs (tentunya menjadi tautan), saya tidak menyarankan penulisan judul dengan cara pertama. Bayangkan kalau daftar itu semuanya terdiri dari judul dengan huruf kapital. Tentulah nilai artistiknya menjadi turun. Oleh karena itu, disarankan untuk memilih cara kedua saja.

6 Responses to “Perihal Menulis Judul”

  1. cecep November 17, 2007 at 9:49 am #

    saia setuju kalau pake yang kedua ajah biar agak nyeni, klo kapital smua kan gimana gitu, kesannya juga ‘galak’ karena kapital di dunia maya identik dengan TERIAK.

    btw klo saia pribadi lebih suka yAng peTInG NulIs, hehehe, kan kalo ada yang salah ada mas Raka yang mau mbenerin hehehehe.

  2. indonesiasaram November 17, 2007 at 9:49 pm #

    “btw klo saia pribadi lebih suka yAng peTInG NulIs,”

    Untuk menumbuhkan kesenangan menulis, memang harus lebih memerhatikan “yang penting nulis” itu. Banyak penulis berkata demikian, salah satunya Stephen King. Tapi kalau sudah sampai titik tersebut, ojo ngono terus.

    “hehehe, kan kalo ada yang salah ada mas Raka yang mau mbenerin hehehehe.”

    Waduh?ūüėõ

  3. Dear March 17, 2010 at 10:29 pm #

    Tanya dong, kalau penulisan kata-kata seperti “untuk”, “dari”, “kepada” (kata depan yang lebih dari satu suku kata -in contrast to “di”, “ke”) apakah menggunakan huruf kecil untuk judul -dan bukannya huruf kapital?

    Misalnya:
    Dia Pergi untuk Kembali
    atau
    Dia Pergi Untuk Kembali

    Terima kasih!

  4. indonesiasaram March 18, 2010 at 8:27 am #

    Tergantung posisinya. Kalau dalam contoh yang di atas, yang benar adalah yang pertama, Dia Pergi untuk kembali. Namun, apabila kata depan merupakan bagian paling awal dari judul, huruf pertama dari kata depan itu harus kapital. Misalnya, Di Bukit Berbunga.

  5. Idris December 19, 2010 at 7:40 am #

    Duh… saya takut menulis nih, nanti salah. Tapi biarlah karena saya mau bertanya. Apakah kongjungsi hanya di, ke, dari, dan, untuk, yang? Atau masih ada yang lain? Tolong dipaparkan saja semuanya.

  6. lidya January 28, 2011 at 3:15 pm #

    menurut apa yang saya baca dari panduan EYD – yang ada dasarnya penulisan ke-2- kalau yang pertama buku apa ya? boleh nggak saya dapat info sumber penulisan dengan huruf besar semua? makasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: