Melongok Friendster

9 Oct

Berada di tengah kepungan para pemain baru, Friendster tak kunjung luntur. Setiap kali beroleh temanan di dunia nyata, salah satu pertanyaan umum yang muncul ialah apakah ia memiliki alamat Friendster.

Jaringan pertemanan ini–saya suka menyebutnya demikian–memang masih terus berkembang. Fasilitasnya saja cukup kaya. Blog pun disediakan, meski bagi saya blog yang ditawarkan kurang indah dipandang mata. Buletin juga ada, plus beberapa hal lainnya yang akan membuat ikatan persahabatan tetap terjaga.

Salah satu yang menarik ialah fasilitas untuk saling melontarkan kesaksian tentang teman kita. Umumnya, kalau kita punya kesan terhadap seseorang, misalnya ia orang yang ramah, kita akan mengatakan kepada orang lain bahwa teman kita ini ramah. Hal seperti inilah yang disebut kesaksian atau dalam Friendster dikenal sebagai testimonial.

Meski demikian, fasilitas yang dinamakan Testimonials and Comments ini kini telah beralih fungsi. Bila sebelumnya menjadi ajang kesaksian dan komentar bagi orang yang dituju, kini fasilitas ini telah beralih fungsi sebagai sebuah “Kotak teriak” alias shoutbox.

Shoutbox merupakan salah satu fasilitas dalam situs web yang memungkinkan setiap pengunjung membicaraka sesuatu. Mereka ini bisa menyapa pengelolanya, bisa juga menyapa sesama pengunjung lainnya. Sederhananya, shoutbox itu bisa disebut sebagai sarana rumpi (chat).

Kondisi serupa ternyata terjadi pula di Friendster melalui Testimonials and Comments tersebut. Hal ini saya sadari ketika melihat-lihat halaman profil beberapa rekan saya. Mereka bisa memiliki sampai tiga ratusan kesaksian. Namun setelah diperiksa kembali, isinya jauh berbeda dari sebuah kesaksian sebagaimana yang diasumsikan secara umum.

Coba perhatikan apa yang ditulis melalui fasilitas tersebut. Untuk menjaga privasi, saya samarkan nama-nama mereka.

NOBI
Posted 07/10/2007 06:26
smangat!!!!!!!!
panCamp 07

jangan lelah bekerja diladangNya

week….

he…he…

gbu…

xxx2

 

 

daigo
Posted 05/10/2007 19:39
pie spa ma seminarnya?
wah susah nulisnya keybordnya ilang hurufny h3…Gbu

 

 

SAKURA
Posted 02/10/2007 19:14
xxx btw km dari Marsudirini mana??
Ak jg dari Marsud…
hehe..Jakarta tapi..
😉

 

 

nao
Posted 01/10/2007 22:11
xxx….pa kbr??

 

Revolver
Posted 29/09/2007 10:13
sorry br reply comment kmu..
ada acr pa weekend ??
have a great weekend aja ..
Take care ,,
Jesus Luph U
Mereka-mereka di atas memberikan “kesaksian dan komentar” mereka pada “Testimonials and Comments” pada halaman profil orang yang sama. Bila kita perhatikan, semuanya itu memang tidak bisa dikatakan sebagai kesaksian. Beberapa memang bisa dianggap sebagai kometar, namun komentar tersebut pun bukan merupakan kometar terhadap orang yang dituju, melainkan terhadap topik tertentu (komentar Daigo).

Karena fungsinya beralih kepada shoutbox, sepertinya ada hukum moral yang mengikat agar setiap orang yang sudah “berteriak”, balas “berteriak” di halaman peneriak pertama. Di sinilah letak keunikan dari komunikasi shoutbox a la Friendster. Kita tidak akan bisa melihat alur komunikasi secara langsung tanpa mengunjungi serta melacak halaman Testimonials and Comments masing-masing “peneriak”.

Perhatikan contoh berikut.


SAKURA

Posted 01/10/2007 20:33
Lagi di Jakarta apa engga??
🙂

Ohara
Posted 04/10/2007 20:17
duh, udah ga di jakarta say…

Atau yang berikut ini.


SAKURA

Posted 24/09/2007 05:10
Kangen daku dengan muuuw..
🙂 hehe.. Pasti dikau merasa demikian..
;P

 

asako
Posted 29/09/2007 00:27
kangen???
kok gak ya??
hahaha…

 

Perhatikan tanggal dan waktu pengiriman “teriakan” tersebut. Tanpa perlu menjabarkannya dengan memanfaatkan peranti analisis wacana, siapa saja tentunya dapat memahami komunikasi yang berlangsung di antara partisipan tersebut.

Fenemona di atas memang cukup unik. Sebab Friendster sendiri sebenarnya telah menyediakan fasilitas berupa pengiriman surat seperti layaknya surat elektronik (e-mail), meski dibatasi oleh jumlah karakter. Namun, kebanyakan penggunanya justru cenderung memanfaatkan Testimonials and Comments sebagai media komunikasi.

Perkembangan memang tidak dari segi teknologi saja. Fenomena Friendster di atas bisa dilihat sebagai suatu perkembangan perilaku pengguna terhadap fasilitas yang disajikan oleh penyedia layanan. Nah, kira-kira apa lagi yang akan berganti ya?

4 Responses to “Melongok Friendster”

  1. mazdanez October 10, 2007 at 9:04 am #

    memang susah kalo memakai sesuatu tidak pada tempatnya atau tidak sesuai dengan tujuan “sesuatu” itu diciptakan, nanti pasti akan mentok juga, dan setelah itu sistem yang disalahkan🙂

    saya pernah mengritik penggunaan fasilitas komentar pada suatu situs blog yang dimanfaatkan untuk diskusi saling berbalasan layaknya forum. saya pernah sarankan agar untuk itu dibuat forum khusus saja, tapi sepertinya banyak yang tidak peduli. padahal ada beberapa kelemahan fasilitas tersebut jika dijadikan forum. tapi ya sudah, nanti kan akhirnya juga akan mentok sendiri🙂

  2. cecepcakep October 17, 2007 at 11:40 am #

    aku juga kurang seneng utk testimonial yg isinya uda ga jls. but FS telah menyiasati dg diganti menjadi “komen and testi”, jadinya sah2 aja org mw nulis/ninggalin pesan apapun. klo saya dapat ‘sepam’ ato tulisan ora mutu lain maka saya biaring sebulanan lah baru dihapus, itu klo dr org yg saya kenal, klo dr org asing ya lgs dihapus. gitu aja kok repot

    hehehe.. kunjungu balik blog saia ya…

  3. IgoSoft January 28, 2008 at 11:27 pm #

    nah kalo mau
    nambahin animasi gif
    atau cool marque
    kunjungin aja

    http://www.geocities.com/beautifyFriendster

    pilih gambar yg disuka, klik gambar, dan paste
    scriptnya ;p

  4. yohanes1112 February 23, 2008 at 1:46 pm #

    Sepertinya belakangan ini selain harus waspada dengan para pemain baru, friendster dan para penggunanya juga harus mewaspadai celah kemananan. Hal ini marak dibicarakan belakangan dengan istilah ‘friendster hacking’.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: