Me-“manage” Waktu

4 Jul

Ternyata, bentuk campur kode banyak digunakan, juga dalam tataran kata. Kita banyak mencampur-campur kosakata asing dengan morfem lokal. Judul di atas salah satunya.

Kecenderungan tersebut memang sudah merebak di kalangan mana pun. Para selebriti, para politikus, bahkan para pendeta dan hamba Tuhan tidak kalah bermain-main dengan bahasa yang demikian. Salah satu penyebabnya, bisalah disebutkan, adanya budaya latah. Entah dari mana datangnya.Saking latahnya, banyak di antara mereka yang tidak mengerti bahwa bentuk di atas sebenarnya mubazir. Betapa tidak, kata manage saja sudah diartikan sebagai ‘mengelola’. Maka kalau ditambah prefiks atau awalan meN-, jelas menjadi tidak beres lagi. Apa arti yang timbul dari kata memengelola?

Bentuk-bentuk turunan lain yang juga sering muncul ialah seperti berikut ini.

  • meng-handle
  • di-manage
  • men-support
  • men-supply
  • men-sustain

Terlepas dari masalah campur kode yang makin amburadul itu, kita juga suka menggandakan bentuk dalam tataran kata. Biasanya penggandaan ini dikarenakan bentuk yang mengikuti sebuah kata merupakan singkatan. Sebut saja, Bank BII, padahal “B” pada “BII” merupakan kependekan dari “bank”. Contoh lain, Bank BCA.

Mencermati fenomena ini, jangan-jangan buku tatabahasa kita pun harus mengganti kaidahnya yang sudah dipelihara — dan diperbarui — selama bertahun-tahun.

Dan bicara mengenai hal tersebut, agak mirip juga, kondisinya jadi sama dengan kekristenan yang kaidah-kaidahnya makin lama makin bergeser dari standar Alkitab.

5 Responses to “Me-“manage” Waktu”

  1. Rio August 13, 2007 at 9:42 am #

    Dear Raka,

    Site mu baru sekarang sy temukan, menarik sekali dan mengandung unsur pendidikan yang kental walau penggunaan bahasanya populer. Mudah dimengerti oleh kaum awam seperti sy. Mengapa tidak pernah dipopulerkan di kalangan jemaat Yogya?

    Bung Raka, monggo pinarak ke situs sy di
    riomigang.blogspot.com atau architecturetourism.wordpress.com
    Tolong dikomentari ya terutama soal tata bahasa tulisan karena ada rekan pernah bertanya “mengapa tulisan anda cenderung normatif ya?”.

    Regards,

  2. Liez February 2, 2008 at 11:00 pm #

    aku suka sekali dengan pendapatmu ini. Terkadang memang orang Indonesia itu kepengen pinter bahasa asing, maka ditambah-tambah kan lah bahasa asing tersebut, supaya kelihatan bisa berbicara bahasa asing.

    kita benar-benar harus menyelamatkan bahasa indonesia.

  3. indonesiasaram March 9, 2008 at 8:19 am #

    Wah, senang sekali melihat ada juga yang memiliki perhatian yang sama dengan saya. Memang untuk memasyarakatkan bahasa Indonesia, para penuturnya sendirilah yang perlu membahasaindonesiakan dirinya sendiri, tentu saja dengan berusaha menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar.

  4. dhika January 5, 2010 at 10:05 pm #

    contoh kata-kata di atas bukan merupakan campur kode, tetapi merupakan gejala bahasa yang disebut dengan interferensi. Kalau campur kode cenderung menyerap unsur bahasa asing atau bhs daerah secara penuh, dalam artian imbuhan dan kata dasarnya berasal dari bahasa asing atau bahasa daerah. Sedangkan interfernsi cenderung menyerap unsur bahasa asing atau bhs daerah scr tidak penuh, contohnya imbuhan bahasa indonesia bertemu dengan kata dasar bhs daerah atau bhsa asing. contoh campur kode: ngeyel. Kata tersebut berasal dari imbuhan bahasa jawa yg berupa afiks {N-} dan kata dasar dalam bhasa jawa yaitu eyel. Contoh interferensi: ngotot, menjudge.

    • indonesiasaram January 11, 2010 at 7:11 am #

      Terima kasih untuk koreksinya. Saat ini saya belum sempat merevisi tulisan di atas, namun akan saya lakukan dalam waktu dekat. Sekali lagi terima kasih. Kepada pengunjung yang lain, saya harap bisa memberi masukan serupa, khususnya ketika saya keliru dalam melakukan analisa ataupun keliru dalam istilah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: