Bahasanya Dunia Misi: Berdoa bagi Siapa?

20 Jan

Tuhan Yesus menyerukan Amanat Agung-Nya kepada setiap orang percaya untuk memberitakan Injil hingga ke seluruh penjuru dunia. Seiring itu, ada banyak orang yang digerakkan untuk memulai misi besar ini. Biasanya, dibutuhkan proses yang panjang sampai seseorang merasa dipanggil untuk pekerjaan besar ini.Kebanyakan orang masih berpikir bahwa pekerjaan di dunia misi itu sulit. Saya yakin, ada banyak orang yang merasa bahwa melayani Tuhan di dunia misi itu harus pergi ke tempat-tempat terpelosok. Harus ke desa-desa yang dihuni oleh suku-suku terabaikan. Sama sekali tidak. Setiap orang Kristen dapat (dan seharusnya) berperan dalam penginjilan secara nasional maupun global. Bila mendapatkan berkat berlebih (baca: penghasilan cukup), kita dapat mendukung pendanaan. Bilapun tidak, kita masih bisa mendukung melalui doa.

Sayangnya, masih banyak yang keliru dalam menaikkan doa. Hal ini sering saya perhatikan setelah mendapati fakta ini ketika memeriksa berbagai draf naskah yang hendak dikirimkan. Isi pokok doa yang dinaikkan, di antaranya, berbunyi sebagai berikut.

a. Doakanlah kesehatan hamba-hamba-Nya yang melayani di pedalaman.
b. Doakan pula keselamatan setiap hamba-Nya dalam perjalanan misi mereka.

Apakah yang keliru dari pokok doa di atas? Bahwa yang didoakan adalah kesehatan dan keselamatan, bukan hamba-hamba Tuhan-nya. Artinya, kita sudah keliru mengajukan permohonan. Bandingkan, misalnya, dengan bunyi doa seperti di bawah ini, lalu pikirkan efek yang mungkin ditimbulkan.

c. Kami berdoa untuk sakit-penyakit yang kini sedang diderita oleh Pdt. X.

Dari doa di atas, jelas yang didoakan ialah sakit-penyakit, bukan Pdt. X yang sedang mengidap penyakit. Jadi, apakah kita hendak bermaksud mendoakan sakit-penyakit agar terus bertahan di diri Pdt. X? Apakah kita ingin virus yang menimbulkan sakit-penyakit itu terus berevolusi dalam tubuh Pdt. X dan mencapai taraf kesempurnaan?

Dari ketiga kasus di atas, saya bisa menarik asumsi mengenai apa yang didoakan. Pada (a) di atas, yang hendak didoakan sebenarnya ialah hamba-hamba Tuhan-nya, agar Tuhan berkenan menganugerahkan kesehatan kepara mereka. Lalu pada (b), yang didoakan juga setiap hamba-Nya, bukan keselamatan. Maka, doa (b) sebenarnya bermaksud memohon kesediaan Tuhan untuk menganugerahkan keselamatan kepada para hamba-Nya. Demikianlah pada (c), yang diharapkan ialah agar Pdt. X dapat disembuhkan dari sakit-penyakit yang dialaminya.

Oleh karena itu, (a), (b), dan (c) seharusnya dapat berbentuk berikut ini.

a. Doakanlah hamba-hamba Tuhan yang sedang melayani di pedalama, mohonkanlah kesehatan dari Tuhan, Allah kita.
b. Saat ini sejumlah hamba Tuhan sedang dalam perjalanan menuju suatu daerah. Marilah kita doakan mereka dalam perjalanan tersebut, kiranya Tuhan berkenan menyertai mereka agar tiba dengan selamat.
c. Kami memohon, kiranya Engkau berkenan memulihkan Pdt. X dari sakit-penyakit yang sedang dideritanya saat ini.

Dari sini, kita bisa melihat bahwa apa yang diminta dan apa yang diungkapkan justru berbeda. Apakah ini bisa dianggap sebagai penyebab mengapa doa-doa yang dinaikkan sepertinya tidak dijawab? Entahlah. Yang jelas, kita perlu belajar mengungkapkan apa yang kita butuhkan.

3 Responses to “Bahasanya Dunia Misi: Berdoa bagi Siapa?”

  1. yoto April 25, 2007 at 4:08 pm #

    Blog Anda cukup terkenal di Google. Setiap kali saya mencari informasi tentang bahasa Indonesia, blog Anda sering muncul di deretan paling atas. Saya ingin bertanya, bagaimana caranya agar blog yang saya miliki dapat tampil ketika dicari melalui Google, karena saya telah membuat blog tetapi isinya tidak bisa ditemukan oleh Google.
    Terimakasih

  2. bennylin September 23, 2007 at 6:57 pm #

    Bung Yoto mungkin perlu menghubungi penulis lewat japri, bukannya di sini ^^

    Terlepas dari artikel Anda yang sekali lagi mengupas dari segi kebahasaan, mungkin saya ingin menambahkan bahwa banyak orang yang merasa bahwa berdoa adalah hal terakhir yang dapat mereka lakukan jika mereka:
    a. Tidak dapat pergi sendiri
    b. Tidak punya bujet berlebih
    c. Hanya bisa berdoa karena gratis

    Nah saya baru disadarkan lewat kotbah seorang direktur radio Voice of the Martyr bahwa berdoa adalah HAL YANG PERTAMA KALI HARUS DILAKUKAN untuk mendukung penyebaran Injil, dan saya seratus persen setuju dengan pendapat beliau. Jangan berpikir karena tidak dapat pergi misi atau menyumbangkan dana maka Anda hanya bisa berdoa, melainkan ubahlah cara pikir Anda menjadi berdoa supaya Anda dapat membantu pengabaran Injil serta hamba-hamba Tuhan. Lebih baik lagi jika Anda dapat menyebutkan nama pengabar-pengabar Injil tersebut. Setujukah Anda?

    Untuk masalah Tuhan tidak mengabulkan doa karena struktur tata bahasa yang salah sehingga berkatnya salah alamat, saya merasa geli, mosok Tuhan kayak begitu sih? (^^)’

  3. J.Eddy Sutopo May 15, 2008 at 9:22 pm #

    Sebenarnya tugas pemberitaan Injil bukanlah hanya berbicara hamba Tuhan, tetapi setiap orang percaya yang sudah diselamatkan (1 Petrus 3:15).
    caranya berbagai macam cara bisa dipakai, karena tidak ada cara terbaik tetapi segala cara Yesus sudah ajarkan dengan kondisi masing-masing orang.
    Pemberitaan juga bagi orang yang belum pernah mendengar Injil, justru tidak perlu mengubah status keagamaan karena Yesus bagi sumua bangsa dan suku bangsa.
    Bahkan Rasul Paulus rela menjadi seperti, tetapi bertahan untuk tidak menjadi seperti (1 Kor 9:19-23).
    Yesus yang adalah Tuhan juga sudah rela menjadi manusia demi menyelamatkan manusia.

    Doakan pelayanan Kontekstualisasi lintas budaya dan Agama diIndonesia.
    Semua hanya bagi Kemuliaan Kristus.

    J.Eddy Sutopo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: