Bagus, …, Jelek, dan Garink?

6 Jan

Seiring perkembangan, berbagai istilah baru pun bermunculan. Keyboard tidak hanya dikenal sebagai alat musik, tetapi juga “papan ketik” untuk komputer. Mouse dulunya digunakan sebagai referen untuk tikus, kini sebutan itu juga ditujukan untuk mengacu pada salah satu perangkat pendukung komputer. Dalam pergaulan sehari-hari, beragam istilah baru juga bermunculan. Maraknya istilah baru ini, salah satunya, disosialisasikan oleh generasi muda ABG.

Istilah-istilah seperti jayus, ja’im, ngeceng, dan sebagainya menjadi istilah yang muncul dari gejolak muda. Dan terus terang kalau diperhadapkan pada istilah-istilah “gaul” itu, saya cenderung agak alergi, meskipun harus saya akui bahwa fenomena ini sangat menarik untuk diamati. Terus terang pula saya akui bahwa sampai sekarang saya masih bingung dengan, katakanlah istilah jayus yang entah mengacu ke sifat yang bagaimana.

Terkait dengan hal itu, setelah lama terpampang, baru sekarang saya mengamati secara lebih cermat kriteria penilaian sebuah jajak pendapat pada halaman blog lokal di kantor kami. Ada kriteria “bagus”, “biasa” ,”kurang”, “jelek”, dan “garink”. Bagi saya, kriteria ini cukup menggelitik. Dari kriteria “bagus” hingga “jelek”, bisa dipahami. Namun, saya pun bertanya-tanya, “garink” di sini maksudnya apa? Mengapa pula berada di posisi yang terpuruk?

Dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia yang disusun oleh Tim Prima Pena, kata garing, berarti ‘keras’ dan ‘kering’. Umumnya, sesuatu yang keras kurang begitu disukai, malah tidak disukai. Kerupuk yang keras tentunya tidak nikmat dikunyah, apalagi yang giginya sedang bermasalah. Singkatnya, sesuatu yang garink adalah sesuatu yang tidak nikmat, tidak enak.

Nah, kalau sudah begini, apa yang membedakan “jelek” dengan “garink” dalam kriteria jajak pendapat tersebut?

One Response to “Bagus, …, Jelek, dan Garink?”

  1. bennylin September 23, 2007 at 7:56 pm #

    ‘garing’ tuh konotasinya sudah tidak dapat diselamatkan lagi… jadi masuk nerakanya bahasa gituūüėÄ Mungkin ditransliterasikan dari bahasa Inggris “dry” yang memang kadang digunakan untuk menyebut hal yang tidak menarik / jelek sekali.

    ‘jayus’ tuh konotasinya lelucon yang tidak lucu, orang yang berusaha melawak tanpa sukses, atau lelucon yang tidak masuk akal sama sekali. Menurut saya humor ‘jayus’ ala Indonesia adalah khas Indonesia, jadi perlu dikategorikan sendiri saya rasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: