Seputar Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia

Ternyata ada banyak permasalahan dalam buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Permasalahan tersebut diangkat oleh Abdul Chaer dalam buku ini. Dalam pendahuluan, Abdul Chaer mengungkapkan dua keluhan dan kekecewaan seusai penerbitan buku ini. Pertama, buku tersebut tidak bisa digunakan dalam pengajararn bahasa di sekolah, sebab buku tersebut cuma ditujukan untuk pembaca awam yang terpelajar. Kedua, buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia ini, bukan hanya penuh dengan ralat dan salah cetak, juga penuh dengan kekeliruan (kalau tidak mau disebut kesalahan) konsep-konsep yang mendasar, sehingga untuk dijadikan buku acuan dalam pengajaran pun sulit (hal. 3).
Ada 23 artikel menarik, dari masalah afiksasi, morfofonemik, penyimpangan makna, sampai pada urusan diftong yang dibahas di buku ini. Pembahasannya mungkin akan membuat Anda sedikit mengerutkan dahi (sebagaimana saya alami), meskipun diakui penulisnya bahwa uraiannya tidak njelimet. Dari penuturan penulis pada bagian pengantar, uraian dalam buku ini diharapkan dapat menjadi “pembuka pintu” bagi kajian lain yang lebih mendalam dan .. njelimet.
Informasi buku
Judul buku: Seputar Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia
Penulis: Abdul Chaer
Tebal: ix + 197 halaman
Ukuran:
Penerbit: PT Rineka Cipta, Jakarta 2003
Alamat penerbit: Kompleks Perkantoran Mitra Matraman Jl. Matraman Raya No. 148 Blok B 1-2 Jakarta Timur 13150
Situs penerbit: http://www.facebook.com/people/Penerbit-Rineka-Cipta/1029066051



woyyyyyy,, bukan minta resensi bukunya,, tp mawnya isi bukunya!!! gmana cccc??!
Maaf, tapi itu memang bukan tujuan saya. Saya cuma memberi gambaran sederhana mengenai buku-buku linguistik yang (mungkin) perlu dimiliki atau dibaca para mahasiswa bidang linguistik.
senang baca2 tulisan Anda. kebetulan saya senang menulis dan sedang mengembangkan potensi. tulisan Anda sangat membantu. terima kasih.
ya nech setidaknya ya diberikan isinya mskipun ga smuanya jgn cman resensinya
zzzzzzzzz…. koq cuexz sechni kritikan biar anda tmbah keren kdepannya slain itu kan anda ikt mncerdaskan bngsa
buku ini tampaknya memerlukan lebih banyak contoh yang menarik terlebih untuk menata bahasa Indonesia saat ini. Terima kasih atas bukunya.
bener tuh,, jadi g cuman resensinya ja,
syukur mo upload bukunya skalian.
Wah, kalau saya menyertakan seluruh isi buku di sini, bisa-bisa saya dituntut melanggar hak cipta dong?
sekalian kasih donlotanya gitu dunk mas/om/mbak.DLL
Wah, saya tidak bisa melakukan itu. Pertama, saya tidak punya berkas elektroniknya. Kedua, saya tidak berhak melakukan itu, bisa-bisa malah dituntut nanti.
Sebenarnya bukan melanggar hak cipta tetapi melanggar hak kopi. Hak cipta hanya muncul sekali pada saat penciptaan barang. Setelah barang diciptakan, hak untuk menggandakan namanya hak kopi (copyrights). Terjadi salah kaprah di Indonesia.
Ups, ha, ha, saya malah terjerumus sendiri. Terima kasih untuk ralatnya Pak. Saya tambahkan sedikit, agar terkesan lebih lokal, copyright itu mungkin dapat kita sebut juga sebagai hak salin. Terima kasih juga telah mampir di sini. Salam kenal.
pembahasanya sudah bagus ,tinggal…penatan katnya saja,,,, yg agak agak jelimet gitu la,,,,,, tapi dah sip la,,sbagai pedoman perdana.!!