Belum lama ini, di sebuah gereja, pada papan pengumuman dekat pelataran parkirnya, ada sebuah pengumuman penerimaan mahasiswa baru yang tersemat di sana. Pengumuman tersebut berasal dari sebuah universitas yang cukup terkenal di Yogyakarta.
Program yang ditawarkan beraneka ragam. Mulai dari biologi, hingga teknologi informasi. Namun, satu hal yang lebih seru lagi, tercantum di bawah program sarjana yang ditawarkan. Dituliskan di sana seperti berikut ini.PROGRAM PASCA SARJANA
Magister Theologiae (M.Th.)
Master of Divinity (M.Div.)
Master of Ministry (M.Min.)
Doctor of Ministry (D.Min.)
Pertama-tama, penulisan pascasarjana yang dipisah, seolah-olah merupakan dua kata yang berdiri sendiri-sendiri. Memang, pascasarjana dibangun dari dua bentuk yang berbeda. Hanya saja, salah satunya bukanlah merupakan kata yang dapat berdiri sendiri. Kata pasca- merupakan bentuk terikat sehingga ketika bergabung dengan kata sarjana, penulisannya pun menjadi pascasarjana.
Hal kedua, penamaan program studi pascasarjananya pun tidak seragam. Program pertama Magister Theologiae, sedangkan program kedua dan selanjutnya berpola master of …. Hal ini tentu dapat disebut sebagai inkonsistensi. Meski mungkin memiliki sejumlah alasan tersendiri tentang penamaan program studinya, alangkah lebih baik bila dilakukan standarisasi untuk menunjukkan konsistensi pemberian gelar. Dengan demikian, semestinya Magister Theologiae dapat menjadi Master of Theology.
Kalau pada universitas tersebut inkonsistensi yang menjadi masalah, ada pula universitas lain yang memberi gelar yang lucu pada sarjananya.
Belakangan ini, teologia sudah dianggap sebagai disiplin ilmu yang menjadi bagian ilmu sains. Sehingga sejumlah universitas akan menyematkan gelar Sarjana Sains kepada alumnusnya. Namun, salah satu universitas malah mengeluarkan gelar yang lucu. Bagi sarjananya, universitas ini akan memberi gelar Sarjana Science Theologia (atau Science of Theology?), yang disingkat sebagai S.Sc.Th..
Wow! Sungguh luar biasa.
Ternyata fenomena campur kode tidak sekadar terjadi pada tataran kalimat, tapi juga pada gelar!




mungkin untuk anggota “Church of Scientology”nya Tom Cruise?
By: bennylin on September 23, 2007
at 8:49 pm