Mengkhususkan Kata, Frasa, Kata Majemuk, dan Klausa

29 Apr

Dalam penulisan, selalu saja ada makna-makna tertentu yang dikemukakan dengan pernyataan-pernyataan umum, dengan kata-kata, frasa, kata majemuk, bahkan klausa yang umum. Masalahnya, bagaimana menunjukkan bahwa kata, frasa, kata majemuk, maupun klausa tersebut merupakan bagian yang hendak diberi penekanan?Setidaknya, ada dua cara yang dapat digunakan untuk mengkhususkan kata, frasa, kata majemuk, ataupun suatu klausa.

Pertama, dengan menggunakan huruf miring. Jadi, bila Anda ingin mengkhususkan kata, frasa, kata majemuk, dan mungkin juga klausa, silakan menuliskan bentuk-bentuk tersebut dengan huruf miring. Hal ini dimungkinkan, khususnya bila tulisan kita hendak dicetak atau diproses dengan program pengolah kata yang memungkinkan penggunaan huruf miring. (Sebab, ada juga program tertentu yang dapat dipakai sebagai pengolah kata, namun tidak mengizinkan kita menggunakan huruf miring, misalnya UltraEdit.)

Cara kedua ialah dengan menggunakan tanda petik. Satu hal yang perlu ditekankan di sini ialah tanda petik yang digunakan bukan tanda petik tunggal, melainkan tanda petik ganda. Namun, ternyata banyak juga literatur yang menggunakan tanda petik tunggal untuk mengkhususkan kata, frasa, kata majemuk, atau klausa. Padahal tanda petik tunggal dan tanda petik ganda memiliki fungsi yang berbeda.

Tanda petik tunggal biasa digunakan untuk mengapit petikan yang terdapat dalam petikan lain. Misalnya, seperti di bawah ini.

“Aku mendengar seseorang memanggil, ‘Nori, Nori’, dari hutan itu,” ujar Ramon.

Tanda petik tunggal juga digunakan untuk mengapit terjemahan, ungkapan asing, atau penjelasan kata. Kalau dalam linguistik, tanda petik itu disebutkan mengapit makna.

Jadi, tanda petik tunggal memang berbeda dengan tanda petik ganda, yang selain berfungsi untuk mengkhususkan kata, frasa, kata majemuk, atau klausa, juga sebagai pengapit petikan pembicaraan dan pengapit judul syair, karangan, dan bab buku yang dirangkai dalam kalimat.

Bagaimana dengan penggunaan huruf tebal? Pengkhususan kata, frasa, kata majemuk, maupun klausa dengan menggunakan huruf tebal sebenarnya tidak disarankan. Biasanya huruf tebal menjadi pembeda antara isi tulisan dengan judul atau subjudul tulisan. Meski demikian, penggunaan huruf tebal sering dijadikan alternatif agar bagian yang dikhususkan itu menjadi sangat jelas.

About these ads

6 Responses to “Mengkhususkan Kata, Frasa, Kata Majemuk, dan Klausa”

  1. theis June 13, 2007 at 7:30 pm #

    rada ga nyambung nih tp bikin penasaran,
    yg bener penulisan ‘kreativitas’ atau ‘kreatifitas’?

  2. bennylin September 23, 2007 at 8:25 pm #

    Kreatifitas (Wikipedia Indonesia “Kata Indonesia yang sering salah dieja”)

    kutip:
    “Tanda petik tunggal juga digunakan untuk mengapit terjemahan, ungkapan asing, atau penjelasan kata. Kalau dalam linguistik, tanda petik itu disebutkan mengapit makna.”

    Nah kalau dalam satu kalimat ada sebuah ungkapan asing, terjemahan, dan penjelasan kata, apakah ketiga-tiganya menggunakan tanda petik tunggal? kadang-kadang saya pakai petik tunggal, petik, dan cetak miring supaya pembaca tahu bedanya.

    Contoh:
    Dalam bahasa Inggris, ‘kasih’ dapat diterjemahkan menjadi love – “cinta”

  3. Theo October 18, 2007 at 4:00 pm #

    bisa tolong kasih contoh lbh banyak ga tentang tanda petik tunggal ? ada PR yg kaya gitu nih.. ^o^”

  4. indonesiasaram November 5, 2007 at 11:05 pm #

    Wah, saya kira untuk Sdr/i Theo, coba lihat media massa atau buku-buku lain deh. Di sana ada lebih banyak contoh.

  5. accan October 22, 2008 at 8:49 pm #

    salam kenal>>>>>>>>
    wah blognya boleh juga tuh untuk pelajaran B. Indo…
    hehehehe :):):):);)

Trackbacks/Pingbacks

  1. Laporan Bahasa Indonesia « Catatanku - February 4, 2010

    […] Kata dan Frasa terdapat di : http://indonesiasaram.wordpress.com/2007/04/29/mengkhususkan-kata-frasa/ (Pada 1 november […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 37 other followers

%d bloggers like this: