Posted by: indonesiasaram | December 25, 2009

Berita Natal

Secara umum, gereja memisahkan kegiatan seputar Natal menjadi dua. Kegiatan pertama ialah ibadah Natal. Ibadah Natal ini diadakan tepat pada tanggal 25 Desember. Bisa pagi, bisa menjelang siang, siang, sore, atau menjelang malam. Biasanya, ibadah Natal tidak berbeda jauh dengan ibadah biasa pada hari Minggu. Yang membedakan paling dekorasi ruangan dan tata ibadah.

Sementara itu, kegiatan kedua ialah perayaan Natal. Perayaan Natal ini biasanya paling banyak dihadiri oleh jemaat. Mereka yang disebut “Kristen musiman”, biasanya datang pada perayaan Natal. Tidak heran kalau pada perayaan Natal, jumlah yang hadir hampir seperti pada ibadah malam Natal. Sebuah gereja di Jakarta malah memutuskan mengadakan perayaan Natal dalam dua hari. Maksudnya, agar pada saat itu jemaat yang hadir tidak terlalu banyak, agar semua yang hadir bisa mengikuti ibadah dengan baik

Read More…

Posted by: indonesiasaram | October 30, 2009

Bahasa Indonesia di Dunia Maya

Saya tidak menyangka kalau artikel yang kemarin saya pasang di blog ini segera mendapat respons dari dua blogger lawas. Tidak hanya itu, keduanya justru memaksa saya berpikir lebih jauh lagi berkenaan dengan topik yang saya tulis kemarin. Meski terkesan lucu dan terlalu cepat kalau menulis secara berurutan, saya merasa ingin memberi respons balasan terhadap respons Mata Dunia dan Budaya Pop kemarin.

Bila topik ini saya mulai pada pertengahan tahun 1990-an, saya kira akan sulit melihat bahasa Indonesia di dunia maya. Alasan paling utama ialah saat itu bahasa Inggris merupakan bahasa pengantar pada mayoritas situs web yang ada. Jumlah situs web yang menggunakan bahasa Indonesia relatif sedikit. Apalagi saat itu belum ada fenomena blog. Internet Relay Chat juga menggunakan bahasa Inggris untuk berbagai menu. Para penyedia layanan surat elektronik dan penyedia halaman pribadi (homepage) juga tidak menyediakan versi bahasa Indonesia. Bahkan seingat saya, penyedia layanan surat elektronik sekelas Yahoo! belum sampai lima tahun menggunakan bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa alternatif.

Mengingat pengguna internet di Indonesia setiap tahun semakin bertambah, berbagai portal memutuskan untuk menyertakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar. Salah satu strategi yang mereka lakukan ialah membiarkan komunitas pengguna bahasa tertentu untuk menerjemahkan sendiri berbagai menu dan informasi dari suatu situs. Hal ini salah satunya dilakukan oleh pihak WordPress yang menurut saya merupakan strategi yang baik. Bukan karena mereka terlalu malas untuk menerjemahkannya, melainkan mereka menyerahkan penerjemahan itu untuk dilakukan, terutama oleh penutur bahasa sasaran terjemahan yang notabene lebih memahami konteks bahasanya sendiri.

Read More…

Posted by: indonesiasaram | October 28, 2009

Internet dan Dampaknya bagi Komunikasi Berbahasa Indonesia

Saya mengenal internet untuk pertama kalinya pada tahun 1999. Bukan mengunjungi situs yang saya lakukan pertama kali, melainkan ngobrol di dunia maya. Sebagaimana halnya kebanyakan orang pada saat itu, saya pun memakai IRC (Internet Relay Chat) sebagai sarana berkomunikasi. Saya ingat memiliki sejumlah teman dari berbagai negara, kebanyakan dari Amerika Latin.

Semula, saya menggunakan alamat surat elektronik teman saya. Lama-kelamaan, saya berpikir kenapa haru menumpang? Maka saya pun berkenalan dengan situs web yang menyediakan layanan surat elektronik. Saat itu ada Mailcity, Yahoo!, dan Hotmail yang saya kenal. Segera setelah memiliki alamat di Mailcity, saya pun memiliki berbagai alamat lainnya yang kini sudah tidak saya ingat lagi. Lalu dimulailah komunikasi berbasis surat elektronik.

Bagaimanapun juga, internet memberikan beragam hal, baik positif maupun negatif. Salah satu dampak yang paling signifikan ialah kebebasan menembus ruang. Internet memungkinkan kita untuk melakukan tukar-menukar informasi dalam waktu sesingkat mungkin Read More…

Posted by: indonesiasaram | December 31, 2008

Pola Bohong Masyarakat Ibu Kota

Sepertinya, seseorang tidak perlu keahlian khusus untuk bisa berbohong. Setiap saat, di setiap tempat, dan kepada siapa saja, seseorang bisa berbohong. Seorang pedagang bisa saja menawarkan harga yang kelewat tinggi hanya untuk mendapatkan untung besar. Hal ini biasanya dilakukan dengan memanfaatkan ketidaktahuan pembeli akan harga pasar. Seorang siswa bisa saja berbohong pada gurunya mengenai alasan ia tidak mengerjakan PR-nya.

Kebohongan demi kebohongan bisa muncul dengan lebih banyak lagi mengingat kemajuan teknologi saat ini sangat memungkinkan hal tersebut. Di dunia maya, berbagai praktik kebohongan pun tersebar luas. Yang paling umum tentunya kebohongan seputar jati diri yang dilakukan ketika ceting (chatting). Sementara itu, keberadaan ponsel di dunia nyata juga membuka peluang untuk melakukan kebohongan.

Read More…

Posted by: indonesiasaram | December 27, 2008

Memahami Pesan Natal

Pada prinsipnya, proses komunikasi melibatkan dua pihak, entah itu komunikasi dua arah, entah itu komunikasi searah. Yang satu berlaku sebagai pengirim pesan, yang lain sebagai penerima pesan. Dalam pertuturan lisan, sebuah pesan pertama-tama akan mengalami pengkristalan dalam segi makna di benak si pengirim pesan. Kemudian dirangkaikanlah makna-makna itu dalam rangkaian kata dan kalimat.

Dengan kata lain, pertama-tama si pengirim akan melakukan semantic encoding dalam benaknya. Kemudian ia merangkai kata-kata dalam rangkaian kalimat lewat grammatical encoding. Ketika selesai, pesan yang sudah tersusun dalam kalimat(-kalimat) itu pun dituturkan. Proses akhir ini disebut phonological encoding.

Read More…

Posted by: indonesiasaram | December 4, 2008

Antara Baku dan Benar

Ini masalah yang menarik. Sekaligus menjadi pelajaran penting bagi saya, bagi Anda, bagi yang memang berkunjung da mau membaca blog ini.

Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan mendiskusikan masalah bahasa dengan seorang teman dari kantor saya yang lama. Ia datang dengan mengajukan sebuah kasus: antara telepon dan telefon, yang mana yang benar?

Kebanyakan kita tentu akan memilih kata telepon daripada telefon. Memang, Kamus Besar Bahasa Indonesia mendaftarkan kata telepon sebagai kata yang baku, bukan telefon. Namun, justru di sinilah letak masalahnya.

Read More…

Posted by: indonesiasaram | October 28, 2008

Sebuah Refleksi pada Hari Sumpah Pemuda: Bagaimana Kita Berbahasa?

Hari ini merupakan salah satu dari dua hari yang sangat spesial bagi bangsa kita. Bila yang pertama merupakan peringatan 100 tahun Kebangkitan Nasional, hari ini merupakan peringatan 80 tahun Sumpah Pemuda. Memang ada banyak hal yang bisa kita renungkan bersama berkenaan dengan peringatan peristiwa penting dalam sejarah bangsa kita ini. Namun, mengingat blog ini memang khusus berbicara mengenai bahasa dan sastra, saya hendak mempersempit topik pembicaraan tanpa mengesampingkan makna penting lain dari peristiwa Sumpah Pemuda tersebut.

Pemerintah memang telah sejak lama menetapkan bulan Oktober sebagai bulan bahasa dan sastra. Penetapan ini mungkin sekali karena salah satu butir pada Sumpah Pemuda berkenaan dengan bahasa.  Apa pun alasannya, saya kira penetapan ini menunjukkan betapa pemerintah pada masa itu menyadari pentingnya peranan bahasa dan sastra dalam kehidupan berbangsa dan bernegara (dengan demikian dalam kehidupan masyarakat sehari-hari). Tidak mengherankan apabila berbagai kegiatan seputar kemampuan berbahasa banyak diselenggarakan.

Read More…

Posted by: indonesiasaram | July 28, 2008

Televisi sebagai Media Penyebaran Perilaku Campur Kode

Harus diakui, perkembangan zaman dalam beberapa tahun terakhir ini semakin mengarahkan masyarakat bahasa untuk tidak hanya menguasai satu atau dua bahasa saja. Setelah bahasa Inggris menjadi bahasa wajib, sejumlah bahasa Asia, seperti bahasa Mandarin, Jepang, dan Korea pun mulai menjadi bahasa pendamping.

Tuntutan untuk menguasai bahasa asing ini pelan-pelan mengarahkan masyarakat bahasa untuk menanggalkan bahasa ibunya. Sehingga bahasa daerah dan bahasa Indonesia rasanya semakin jauh tertinggal. Dengan minimnya perkembangan ilmu yang disajikan dalam bahasa lokal (dan nasional), istilah-istilah asing lebih banyak beredar daripada istilah berbahasa lokal.

Read More…

Posted by: indonesiasaram | July 27, 2008

Ibadah dan Ibadat

Apa yang membedakan kata ibadah dengan ibadat? Cara yang paling gampang tentu dengan meraih kamus dan melihat apa yang dikatakan kamus tentang kedua kata tersebut. Maka cobalah membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga pada halaman 415. Pada halaman pertama dari daftar huruf I itu, kita langsung bertemu dengan kedua kata tersebut.

Baik ibadah, maupun ibadat sepertinya bisa saling menggantikan. Pada lema ibadah, tercantum salah satu artinya ialah ‘ibadat’. Demikian pula sebaliknya. Tapi benarkah keduanya bisa saling menggantikan? Belum tentu! Coba lihat pengertian lain yang ditawarkan oleh KBBI yang ukurannya memang besar itu.

Read More…

Posted by: indonesiasaram | July 1, 2008

Ikut yang Mana, Editor dan Ahli Bahasa?

Beberapa waktu lalu saya sempat menyinggung masalah gaya selingkung penerbit. Masing-masing memiliki gaya selingkung sebagai kaidah baku. Alhasil, gaya penerbit A dengan penerbit B akan berbeda, demikian gaya penerbit C dengan penerbit D.

Bagi penerbit, yang paling penting adalah bagaimana isi buku itu dapat dikomunikasikan secara maksimal kepada pembaca. Dengan kata lain, bersama penulis penerbit menyuarakan pesan tertentu sebuah buku. Tentu saja bahasa yang digunakan pun disesuaikan dengan lingkup pembaca yang disasar oleh buku tersebut. Tidak heran bila ada penerbit yang memilih gaya selingkung yang mengikuti bahasa pembaca.

Read More…

Older Posts »

Categories